Sepuluh tahun setelah menjuarai ajang The Voice Vietnam, penyanyi Duc Phuc mencatat pencapaian baru di panggung internasional. Di kompetisi Intervision 2025 yang digelar di Moskow, Rusia, ia mengungguli peserta dari 23 negara dan meraih skor 422, membuat sekitar 6.000 penonton di Live Arena berdiri memberikan apresiasi.
Menariknya, kemenangan itu diraih bukan lewat lagu balada yang selama ini dikenal sebagai kekuatannya, melainkan melalui “Phu Dong Thien Vuong” (Legenda Phu Dong Thien Vuong). Dalam penampilan tersebut, Duc Phuc menghadirkan elemen cerita rakyat Vietnam tentang Saint Giong, termasuk simbol baju besi dan hutan bambu hijau, ke dalam pertunjukan panggung berskala internasional.
Konsep panggung menampilkan perpaduan alat musik tradisional Vietnam dengan musik elektronik modern. Visual Saint Giong yang digambarkan menjulang di tengah latar lampu LED bernuansa hijau—yang merepresentasikan bambu sebagai salah satu citra khas Vietnam—disebut membuat para ahli internasional dan media Rusia terkesan.
Duc Phuc mengaku emosional saat namanya dan Vietnam diumumkan sebagai pemenang. Ia mengatakan ingin dunia melihat keindahan budaya negaranya dengan cara yang halus sekaligus modern.
Ketika ditanya soal kendala bahasa di panggung internasional, Duc Phuc menyebut sempat diliputi ketidakpastian. Ia khawatir penonton Eropa tidak sepenuhnya memahami makna legenda Vietnam yang dibawanya. Namun, sambutan penonton internasional membuatnya yakin bahwa ketulusan emosi dapat menjembatani perbedaan. Ia menegaskan, baginya musik tidak mengenal batas.
Sejak menjuarai The Voice Vietnam pada 2015, Duc Phuc menyatakan semangat Vietnam dalam musiknya merupakan perpaduan antara kerendahan hati dan kekuatan batin. Ia memilih jalur berkarya yang menggabungkan seni modern dengan akar tradisi, termasuk mengambil inspirasi dari unsur-unsur budaya rakyat. Meski mengakui tantangannya—karena tema folklor tidak selalu mudah diterima pasar luas—Duc Phuc menilai pendekatan itu penting agar seniman muda tidak mengalami “pengenceran” ketika memasuki pasar global.
Tahun 2025 juga menjadi periode ketika Duc Phuc menegaskan peran sosialnya. Setelah menerima pujian dari Perdana Menteri atas prestasinya di Intervision, ia memperoleh Penghargaan “Pemuda Hidup Indah” 2025. Ia juga menyumbangkan 1 miliar VND bagi masyarakat terdampak Topan Bualoi serta secara langsung memberikan 100 juta VND untuk membantu warga di Thai Nguyen yang terdampak banjir.
Memasuki tahun berikutnya, Duc Phuc tampil dalam program VTV Countdown 2026 bertema “Bangga akan Vietnam” bersama sejumlah musisi lintas generasi, termasuk Artis Rakyat Quang Thọ, Tùng Dương, dan Mỹ Anh. Penampilannya disebut menjadi simbol kecenderungan generasi seniman muda yang kembali menggali nilai inti dari khazanah budaya nasional.
Duc Phuc menyatakan tidak ingin berhenti pada pencapaian saat ini. Ia tengah mengembangkan eksperimen baru untuk membawa budaya Vietnam ke dalam musik dengan cara yang lebih kontemporer dan mudah diakses publik dunia, antara lain melanjutkan proyek “Phù Đổng Thiên Vương” dalam versi internasional, meneliti penggabungan motif dan mitos rakyat lain ke produksi musik, serta berpartisipasi dalam tur internasional untuk memperkenalkan kekuatan lunak budaya Vietnam.

