Pianis sekaligus komponis Indonesia, Dwiki Dharmawan, merilis album musik transkultural bertajuk Anagnorisis. Album ini menempatkan musik sebagai medium dialog lintas budaya sekaligus diplomasi budaya di tingkat global.
Anagnorisis direkam secara live pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, Yunani. Proses rekaman melibatkan musisi dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan. Album tersebut dirilis secara internasional oleh MoonJune Records dan mendapat dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran budaya Indonesia di panggung global.
Secara musikal, album ini berangkat dari kekayaan melodi dan ritme Asia Tenggara yang berdialog dengan improvisasi jazz, nuansa Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional. Perpaduan itu disebut tidak dimaksudkan sebagai representasi budaya tunggal, melainkan ruang pertemuan yang setara dan terbuka antartradisi.
Judul Anagnorisis, yang berarti “pengenalan” atau “kesadaran”, merefleksikan gagasan utama album: seni sebagai sarana saling mengenali dan membangun empati lintas identitas. Dalam konteks dunia yang menghadapi beragam tantangan sosial dan kultural, album ini menawarkan pendekatan dialogis melalui bahasa musik.
Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovic bersama Dwiki Dharmawan. Pavkovic menyebut Anagnorisis memiliki atmosfer khas ECM dan menandai kolaborasi lintas budaya yang kuat. “Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya. Melalui musik, saya ingin menyampaikan pesan universal tentang perdamaian, toleransi, dan saling menghormati,” ujar Dwiki Dharmawan.
Setelah dirilis global pada November 2025, Anagnorisis dijadwalkan rilis di Indonesia pada 2026 melalui Musikita Records untuk format digital serta DeMajors untuk format fisik CD dan vinyl. Perilisan di Indonesia akan dirangkaikan dengan Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat. Gilad Atzmon.
Rangkaian konser tur tersebut dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota: Jakarta di deConcert Room, Deheng House (20 Januari 2026), Jakarta di Artoz Bar (21 Januari 2026), Bandung di Mirten Lounge, The Papandayan Hotel (22 Januari 2026), Yogyakarta di IFI (Institut Français d’Indonésie) (23 Januari 2026), serta Bali di Reef Beach Club, The Apurva Kempinski (25 Januari 2026).
Tur ini didukung oleh Dewa Bujana, Aditya Bayu, Rudy Zulkarnaen, Cucu Kurnia, dan Kelvin Andreas, serta diselenggarakan oleh Farabi Music Education Center, PAPPRI LIVE, dan MoonJune Music, dengan dukungan berbagai institusi budaya dan komunitas musik di Indonesia.
Melalui proyek Anagnorisis, Dwiki Dharmawan menegaskan musik sebagai instrumen diplomasi budaya yang dapat membangun dialog lintas bangsa sekaligus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal.

