Anjing kerap terlihat menjulurkan lidah dalam berbagai situasi, misalnya saat berlari, setelah mencium pemiliknya, atau ketika makan dan minum. Ada kalanya hanya sedikit yang keluar, namun tidak jarang lidah menjulur cukup panjang hingga tampak keluar dari sisi mulut.
Perilaku ini sering dianggap menggemaskan dan umumnya tidak berbahaya. Namun, dalam kondisi tertentu, kebiasaan menjulurkan lidah juga dapat menjadi sinyal yang berkaitan dengan kesehatan anjing.
Berikut empat alasan anjing sering menjulurkan lidah, sebagaimana dirangkum dari Dog Time.
1. Hanging Tongue Syndrome (Sindrom Lidah Gantung)
Sindrom lidah gantung adalah kondisi ketika lidah anjing menjulur keluar dari mulutnya. Kondisi ini tidak selalu menandakan adanya masalah lain, dan cenderung dialami ras anjing kecil serta brachycephalic seperti pug, yang dipengaruhi faktor genetik.
Penyebabnya dapat berupa ukuran lidah yang terlalu besar untuk rongga mulut atau proses tumbuh kembang yang membuat tulang rahang tidak menopang lidah dengan baik. Anjing dengan overbite atau underbite juga berisiko mengalami kondisi ini, terutama seiring bertambahnya usia.
Selain faktor genetik, sindrom lidah gantung juga bisa terjadi akibat penyakit gigi yang parah. Pembusukan pada gigi bawah, lalu gigi tanggal atau dicabut, dapat membuat lidah kehilangan penyangga sehingga menjulur dan menggantung ke samping atau ke depan.
Meski begitu, anjing dengan sindrom ini umumnya tetap dapat hidup bahagia dan sehat. Namun, pemilik disarankan memeriksakan kondisi tersebut ke dokter hewan, karena beberapa kanker mulut juga dapat menyebabkan lidah menggantung.
Masalah yang dapat muncul
Risiko utama pada sindrom lidah gantung adalah lidah menjadi sangat kering. Pemilik perlu mewaspadai pembengkakan, pendarahan, atau retakan pada lidah dan segera meminta bantuan dokter hewan bila muncul tanda-tanda tersebut.
Apa yang bisa dilakukan
Pemilik dianjurkan memastikan anjing minum cukup air serta memantau apakah warna lidah dan gusi tetap sama. Perubahan warna dapat menjadi tanda infeksi dan perlu didiskusikan dengan dokter hewan. Anjing dengan kondisi ini juga disebut lebih rentan terhadap infeksi dan radang, terutama pada iklim yang lebih dingin.
Jika sindrom lidah gantung muncul tiba-tiba disertai perilaku yang tidak biasa, hal itu bisa mengarah pada masalah neurologis. Dalam situasi tersebut, konsultasi ke dokter hewan perlu dilakukan secepatnya.
2. Reaksi obat
Pemberian obat baru dapat memicu lidah anjing menjulur keluar. Jika anjing baru menerima obat dan kemudian menunjukkan gejala ini atau kebiasaan baru lainnya, pemilik disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan untuk memastikan obat yang diresepkan tepat dan aman.
3. Terengah-engah
Anjing tidak berkeringat seperti manusia untuk menurunkan suhu tubuh. Sebagai gantinya, mereka mendinginkan diri dengan terengah-engah dan menjulurkan lidah. Mekanismenya bekerja melalui penguapan: napas pendek dan lidah yang menjulur membantu air menguap dari lidah serta saluran pernapasan bagian atas, sehingga tubuh menjadi lebih sejuk.
Jika anjing terengah-engah setelah berlari atau bermain, pemilik disarankan menempatkannya di tempat yang sejuk, mengurangi aktivitas fisik sementara, dan memastikan asupan air cukup. Namun, bila terengah-engah berlangsung lama meski anjing tampak sudah dingin, pemeriksaan ke dokter hewan dapat dipertimbangkan untuk berjaga-jaga.
4. Tanda bersantai
Dalam beberapa kasus, lidah yang menjulur bukan pertanda masalah kesehatan. Lidah yang keluar sesaat bisa menjadi tanda anjing sedang rileks dan bahagia, misalnya setelah makan, bermain, atau saat berbaring di dekat pemiliknya.

