BERITA TERKINI
Empat Senyawa dalam Cokelat yang Dikaitkan dengan Rasa Bahagia

Empat Senyawa dalam Cokelat yang Dikaitkan dengan Rasa Bahagia

Cokelat kerap hadir dalam perayaan hari kasih sayang dan sering dijuluki sebagai “obat cinta” atau “obat kebahagiaan”. Julukan itu bukan semata kiasan. Mengacu pada rangkuman Australian Academy of Science, cokelat memang mengandung sejumlah bahan dan senyawa kimia yang dapat memengaruhi tubuh dan otak dengan cara yang dianggap menyenangkan.

Perpaduan rasa cokelat dan kandungan senyawa di dalamnya disebut dapat memunculkan perasaan bahagia bagi sebagian orang. Berikut empat senyawa yang kerap dikaitkan dengan efek tersebut.

Theobromine

Theobromine termasuk alkaloid, yakni senyawa organik yang mengandung nitrogen. Nama theobromine secara harfiah kerap diterjemahkan sebagai “minuman dewa”, merujuk pada sejarah cokelat yang pada masa purba oleh suku Maya dianggap sebagai minuman pilihan bagi para dewa.

Senyawa ini juga ditemukan dalam teh dan kopi, tetapi jumlahnya paling banyak terdapat pada cokelat. Theobromine dapat memberikan efek stimulan pada otak manusia, terutama jika bekerja bersama kafein.

Anandamide

Anandamide merupakan cannabinoid, yaitu senyawa yang memengaruhi fungsi otak dengan cara yang mirip dengan THC—bahan psikoaktif utama dalam ganja. Mengutip artikel Science Focus (2017), ilmuwan di Neuroscience Institute San Diego menyebut cokelat mengandung zat yang dapat menimbulkan efek mirip ganja pada otak.

Namun, efek tersebut tidak terjadi secara mudah. Disebutkan seseorang perlu mengonsumsi setidaknya 12,5 kilogram cokelat untuk mendapatkan efek serupa. Di sisi lain, anandamide sebenarnya juga diproduksi secara alami oleh otak manusia dalam jumlah kecil.

Phenylethylamine (PEA)

Perasaan senang saat menerima atau memakan cokelat, termasuk dari pasangan, juga dikaitkan dengan phenylethylamine (PEA). Senyawa ini disebut dapat merangsang pusat kesenangan di otak dan biasanya dilepaskan ketika seseorang jatuh cinta.

Cokelat termasuk makanan dengan kandungan PEA yang cukup tinggi. Meski demikian, senyawa ini dicerna tubuh dengan cepat sehingga efeknya dinilai tidak terlalu signifikan.

Gula

Rasa manis pada cokelat umumnya berasal dari gula yang ditambahkan dalam proses pengolahan, mengingat rasa asli cokelat cenderung getir. Gula disebut mengirim pesan kimia ke otak yang memicu pelepasan zat kimia yang kerap dikaitkan dengan penghargaan dan kesenangan.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa makan cokelat dapat membuat sebagian orang merasa lebih bahagia.