Jakarta — Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) masuk dalam daftar nominasi Festival Film Tempo 2025 dengan meraih empat nominasi sekaligus. Film produksi BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media itu dinominasikan dalam kategori Film Unggulan, serta membawa nominasi untuk para pemerannya dan penulis skenario.
Dalam daftar nominasi tersebut, Dian Sastrowardoyo masuk nominasi Aktris Utama Unggulan, sementara Ali Fikry memperoleh nominasi Aktor Utama Unggulan. Dari sisi penulisan, naskah yang digarap Diva Apresya, Gina S. Noer, dan Melarissa Sjarief turut dinominasikan dalam kategori Penulis Skenario Unggulan.
Produser Shanty Harmayn menyampaikan apresiasinya atas pengakuan festival terhadap film tersebut. “Terima kasih kepada Festival Film Tempo 2025 yang telah memilih film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) dalam empat nominasi. Ini sangat berarti bagi perjalanan film kami, dan semoga bisa menjadi salah satu ruang untuk memperpanjang ruang pembicaraan tentang isu yang ada di film ini, tentang relasi keluarga dan bagaimana peran teknologi di dalam kehidupan manusia saat ini,” ujar Shanty.
Sebelum masuk nominasi Festival Film Tempo 2025, Esok Tanpa Ibu telah lebih dulu beredar di sejumlah festival internasional. Film ini menjalani pemutaran perdana dunia (world premiere) dalam program Vision Asia di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, Korea Selatan. Setelah itu, film tersebut menggelar pemutaran perdana di Indonesia (Indonesian Premiere) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 pada Desember, sekaligus berkompetisi dalam program Indonesian Screen Awards.
Dian Sastrowardoyo, yang terlibat sebagai produser sekaligus pemeran, menilai Festival Film Tempo juga penting sebagai ruang diskusi bagi ekosistem perfilman. “Bagi kami, Festival Film Tempo juga bisa menjadi ruang diskursus yang mempertemukan antara sineas, penonton, dan juga kritikus. Tiga di antara berbagai elemen ekosistem perfilman yang penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia,” kata Dian.
Esok Tanpa Ibu disutradarai Ho Wi-ding dan dibintangi Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, serta Bima Sena. Sementara skenarionya ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief.

