BERITA TERKINI
Film Prancis "Ma Frère" Tayang di Cannes 2025, Dijadwalkan Rilis Januari 2026

Film Prancis "Ma Frère" Tayang di Cannes 2025, Dijadwalkan Rilis Januari 2026

Film komedi-dramatik Prancis berjudul Ma Frère menjadi karya terbaru duet sutradara Lise Akoka dan Romane Guéret. Ditulis bersama oleh keduanya, film ini masuk dalam seleksi Cannes Première pada Festival Cannes 2025 dan dijadwalkan tayang di bioskop Prancis pada 7 Januari 2026.

Ma Frère merupakan film panjang kedua Akoka dan Guéret setelah Les Pires (2022). Film ini dibintangi Fanta Kebe, Shirel Nataf, dan Amel Bent.

Cerita berpusat pada Shaï dan Djeneba, dua sahabat berusia 20 tahun yang telah berteman sejak kecil. Berasal dari Place des Fêtes di Paris, keduanya bekerja sebagai pengasuh di sebuah kamp musim panas dan mengantar sekelompok anak-anak ke wilayah Drôme. Jauh dari lingkungan tempat mereka tumbuh, musim panas itu menjadi masa transisi yang mempertemukan tanggung jawab baru dengan keputusan-keputusan penting pertama dalam hidup mereka.

Dalam beberapa pekan, persahabatan Shaï dan Djeneba diuji oleh pilihan-pilihan pribadi yang harus dihadapi masing-masing. Menjelang memasuki usia dewasa, keduanya dituntut memikirkan masa depan, menegosiasikan ulang posisi mereka, dan menerima kemungkinan bahwa jalan hidup dapat berbeda. Film ini mengangkat tema kedewasaan, keberuntungan sosial, serta proses kemandirian yang berlangsung bertahap.

Dari sisi produksi, Ma Frère dibuat pada musim panas 2024 di Paris dan wilayah Diois di Drôme. Film ini menonjolkan gaya penyutradaraan naturalistik, dengan penekanan pada pengalaman yang terasa dekat dan kolaborasi dengan aktor amatir atau yang belum banyak dikenal. Akoka dan Guéret juga melakukan riset lapangan, melibatkan pemeran utama dalam lingkungan edukasi, hingga membawa mereka ke sebuah kamp liburan yang sesungguhnya.

Proses casting film ini disebut melibatkan hampir 1.500 anak yang mengikuti audisi. Syutingnya pun dirancang dengan pendekatan khusus melalui penciptaan ulang sebuah koloni di lokasi, yang memungkinkan terkumpulnya lebih dari 150 jam rekaman. Pendekatan tersebut menegaskan karakter film yang berlandaskan pengamatan dan improvisasi yang terarah.

Film ini juga menjadi debut film bagi Amel Bent, yang sebelumnya dikenal luas melalui peran-perannya di televisi. Setelah tampil di Cannes, Ma Frère turut diputar di sejumlah festival internasional, termasuk Hamburg dan American French Film Festival.

Dengan nada yang lembut dan perhatian pada relasi antarmanusia, Ma Frère menyasar penonton yang tertarik pada kisah perjuangan serta potret generasi muda. Film ini melanjutkan tradisi sinema sosial yang menjadi ciri para sutradaranya, sekaligus memperluas perspektif mereka mengenai isu kolektivitas dan pewarisan nilai.