BERITA TERKINI
Film “Renjana” Jadi Film Terbaik di Festival Film Pelajar Khatulistiwa 2025 Pontianak

Film “Renjana” Jadi Film Terbaik di Festival Film Pelajar Khatulistiwa 2025 Pontianak

Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) ke-6 digelar di Pontianak dan kembali menjadi ajang apresiasi karya sinema pelajar. Malam penganugerahan FFPK 2025 berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kamis malam (11/12/2025).

FFPK yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni perfilman. Pada penyelenggaraan 2025, festival ini tidak hanya diikuti pelajar dari Kalimantan Barat, tetapi juga menarik partisipasi dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Dalam malam penganugerahan tersebut, film “Renjana” produksi siswa SMK Kristen Immanuel Pontianak meraih penghargaan Film Terbaik FFPK 2025. Film itu ditulis dan disutradarai oleh Verity, siswi kelas 3, yang menyampaikan bahwa karyanya banyak berangkat dari pengalaman pribadi.

“Renjana saya bentuk sesuai realita kehidupan saya sendiri. Inspirasi yang saya temukan di ibu saya. Dari kasih sayang yang diberikan ibu, saya menemukan harapan untuk kehidupan, untuk masa depan saya,” ujar Verity usai menerima penghargaan.

Verity juga mengakui sempat enggan mengikuti FFPK tahun ini karena pada kesempatan sebelumnya pulang tanpa membawa piala. Namun, kemenangan kali ini disebutnya menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi dalam berkarya membuahkan hasil.

Ketua Panitia FFPK 2025, Gebrina Divva, menilai kualitas film peserta tahun ini meningkat, baik dari sisi teknis maupun artistik. Ia menyoroti perkembangan sinematografi dan kualitas materi pendukung seperti poster, yang menurutnya membuat dewan juri kesulitan menentukan pemenang.

“Cinematography ada peningkatan tadi pas pembacaan nominasi sudah kelihatan. Bahkan film anak SMP pun terlihat seperti film profesional. Poster-poster mereka juga sangat bagus, hingga dewan juri kesulitan menentukan pemenang,” ujarnya.

Gebrina berharap pemerintah kota dan provinsi dapat memberikan dukungan lebih agar potensi pelajar di bidang film dapat terus berkembang.

Dukungan juga disampaikan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Yuliani, yang hadir dalam malam penganugerahan, mengapresiasi para pelajar atas karya yang dihasilkan dan menyatakan komitmen untuk membantu melalui perannya di Komisi V.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak kita yang bisa menciptakan karya-karya terbaik. Ke depan harus lebih baik lagi. Anak-anak kita harus terus kita support. Saya di Komisi V akan selalu membantu apa yang dibutuhkan demi mendukung mereka,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar sekaligus Pembina FFPK, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyampaikan tanggapan melalui pesan WhatsApp dari Thailand. Ia menegaskan penyelenggaraan FFPK akan tetap dibuka gratis bagi seluruh peserta di Indonesia, serta menyebut tema tahunan akan diluncurkan pada Januari 2026 agar peserta dapat mempersiapkan karya.

“Anak-anak harus berlari untuk menjadi lebih hebat. Pemenang tahun ini sudah lama menunggu prestasi terbaik. Tahun depan tetap gratis. Pada Januari 2026 akan dilaunching tema tahunan agar semua peserta dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia bisa mempersiapkan karya terbaiknya,” tulis Zulfydar.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, FFPK 2025 kembali menegaskan perannya sebagai ruang kompetisi sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda yang berminat di dunia perfilman. Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi gambaran berkembangnya kreativitas pelajar Kalimantan Barat dan kemampuannya bersaing di tingkat nasional.