BERITA TERKINI
Film Terbaru Edwin "Monster Pabrik Rambut" Lolos Kurasi Berlinale 2026

Film Terbaru Edwin "Monster Pabrik Rambut" Lolos Kurasi Berlinale 2026

Film terbaru sutradara Edwin berjudul Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) lolos kurasi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Capaian ini menandai kali ketiga karya Edwin ditayangkan di festival film tersebut.

Berlinale bukan ajang baru bagi Edwin. Film panjang keduanya, Kebun Binatang (Postcards from the Zoo, 2012), pernah bersaing di program utama Berlinale ke-62. Sementara Aruna & Lidahnya (2018) diputar dalam program Culinary Cinema. Adapun film pendeknya, Trip to the Wound (2007), turut ditayangkan pada Berlinale 2009.

Pada Berlinale 2026, Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang dalam program Berlinale Special Midnight. Program ini merupakan slot khusus yang menampilkan karya-karya terkurasi dengan pendekatan inovatif dan beragam, termasuk film-film genre dari berbagai negara.

Edwin menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya film tersebut. Ia menilai pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan produksi Palari Films ke tahap-tahap berikutnya. “Berlin International Film Festival menjadi salah satu festival penting di dunia, dan ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan film terbaru kami,” katanya.

Dalam proses kreatifnya, Edwin kembali bekerja sama dengan sastrawan Eka Kurniawan sebagai salah satu penulis skenario. Keduanya sebelumnya berkolaborasi dalam Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), yang mengantarkan Edwin meraih Golden Leopard di Festival Film Internasional Locarno ke-74 serta Piala Citra keduanya sebagai Sutradara Terbaik pada FFI ke-42.

Kali ini, Edwin dan Eka meracik Monster Pabrik Rambut sebagai eksplorasi di wilayah horor fantasi. Dalam pengembangan naskah, Edwin juga melibatkan sineas asal Jepang, Daishi Matsunaga, sebagai rekan penulis.

Monster Pabrik Rambut mulai memasuki tahap produksi pada November 2024. Film ini memanfaatkan gedung Produksi Film Negara sebagai salah satu set, dengan proses penggarapan sekitar dua tahun hingga siap dipertemukan dengan penonton.

Cerita film berfokus pada dua kakak beradik perempuan, Putri dan Ida, yang diperankan Rachel Amanda dan Lutesha. Keduanya terpaksa bekerja di sebuah pabrik rambut untuk melunasi utang sang ibu yang dikabarkan meninggal akibat bunuh diri.

Seiring Putri dan Ida menjalani kerja siang dan malam, berbagai peristiwa ganjil mulai mereka alami. Mereka bukan hanya mendengar cerita, tetapi juga menyaksikan langsung kejadian aneh yang menimpa pekerja lain. Pengalaman itu membuat Ida semakin yakin bahwa kematian ibunya berkaitan dengan praktik mistis di dalam pabrik rambut tersebut.

Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Proyek tersebut merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, serta direncanakan bertemu penonton Indonesia pada tahun ini.