Ballroom Hotel Savero Depok menjadi panggung pertemuan budaya Jepang dan Indonesia saat final Singing Competition “Tsuwa Mono 2026” digelar pada Minggu, 24 Mei 2026. Ajang yang dihelat Koba Entertainment Indonesia ini menempatkan kompetisi vokal sebagai sarana kolaborasi sekaligus pembukaan peluang bagi talenta muda untuk memasuki industri hiburan lintas negara.
Tsuwa Mono yang berarti “Sang Pemberani” diikuti lebih dari 100 peserta. Para finalis menampilkan beragam genre musik dengan standar penilaian profesional, mencakup kualitas vokal, penguasaan panggung, ekspresi, serta karakter dan kepribadian.
Salah satu pembeda utama kompetisi ini adalah keterlibatan dewan juri lintas negara. Juri dari Jepang dan Indonesia duduk bersama untuk memberikan penilaian dengan perspektif internasional, sekaligus menegaskan Tsuwa Mono sebagai ruang pertukaran budaya, bukan semata kontes menyanyi.
CEO Koba Entertainment Indonesia yang juga menjadi salah satu juri, Koki Ota, menyatakan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai penghubung kolaborasi kedua negara melalui musik. Ia menyebut Tsuwa Mono bukan hanya kompetisi, melainkan ruang pembelajaran dan pertukaran budaya agar talenta muda dapat bersaing di tingkat global.
Antusiasme peserta terlihat sejak babak awal hingga puncak acara. Para finalis tampil penuh semangat di hadapan juri profesional, dengan harapan mendapat jalur yang lebih terbuka menuju industri hiburan global.
Di akhir acara, panitia mengumumkan lima pemenang. Juara pertama menerima hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp5 juta, juara ketiga Rp3 juta, sementara juara keempat dan kelima masing-masing Rp1 juta. Selain uang tunai, para pemenang juga memperoleh trofi, sertifikat, serta peluang pengembangan karier bersama Koba Entertainment Indonesia. Pengumuman pemenang disambut haru dan tepuk tangan dari para hadirin.