PBB menempatkan Finlandia sebagai negara paling bahagia di dunia. Penilaian ini memicu rasa ingin tahu banyak orang mengenai faktor-faktor yang membuat negara Nordik tersebut berada di posisi teratas.
Pada Maret 2018, PBB diketahui menunjuk lembaga riset Danish Happiness Research Institute (DHRI) untuk merangking tingkat kebahagiaan negara-negara anggotanya. Hasil pemeringkatan menempatkan Finlandia di peringkat pertama, disusul Norwegia, Denmark, Islandia, dan Swiss. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-96.
Dalam laporan tersebut, negara-negara paling bahagia tidak selalu merupakan yang terkaya. Namun, mereka dinilai mampu menangani situasi ketika ekonomi global tidak stabil. Finlandia disebut sempat mengalami kemerosotan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat krisis mata uang euro. Meski begitu, dibanding sejumlah negara Eropa lainnya, Finlandia termasuk yang paling cepat bangkit.
Selain kemampuan pemulihan ekonomi, beberapa indikator sosial juga menjadi sorotan. Disebutkan hanya 6 persen penduduk Finlandia yang hidup dalam kemiskinan. Finlandia juga tercatat memiliki jumlah pekerja dengan kategori miskin terendah di Eropa.
Faktor lain yang disorot adalah kuatnya dukungan sosial. Pajak di Finlandia tergolong tinggi, namun disebut digunakan sebagai investasi untuk memperkuat sistem jaminan sosial yang dikenal dengan nama “Kela”. Melalui sistem ini, Finlandia menyediakan perawatan kesehatan gratis bagi semua warganya, sementara wisatawan juga mendapatkan layanan kesehatan darurat gratis.
Dukungan juga diberikan kepada warga yang menganggur dalam bentuk bantuan finansial, dan pendidikan perguruan tinggi dibiayai gratis oleh pemerintah. Di sisi lain, tingkat tunawisma Finlandia disebut sebagai yang terendah di Eropa berkat program perumahan sosial.
Aspek tata kelola turut menjadi perhatian, terutama terkait rendahnya korupsi. Finlandia digambarkan memiliki masyarakat dengan moralitas tinggi yang merasa malu dan menganggap aib jika melakukan kecurangan atau korupsi. Polisi di Finlandia juga disebut termasuk yang paling dipercaya di dunia. Suap, penggelapan, penipuan, dan penyalahgunaan jabatan dinyatakan ilegal, dan insiden kejahatan disebut jarang terjadi.
Kesejahteraan imigran juga masuk dalam daftar faktor yang dinilai mendukung. Imigran yang tinggal di Finlandia disebut mendapatkan sambutan ramah, serta dibantu oleh sistem jaminan sosial untuk berasimilasi, termasuk melalui penyediaan kelas bahasa Finlandia.
Dari sisi kesehatan, Finlandia memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi, dengan rata-rata 81,38 tahun. Penerapan sistem jaminan kesehatan sosial disebut berjalan baik sehingga kesehatan warga secara umum tidak mengalami kendala berarti. Kebiasaan mandi sauna bersama-sama juga disebut menjadi bagian dari budaya yang memperkuat kebersamaan sekaligus mendukung kesehatan mental.

