Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Pendidikan Dasar 2025 untuk memperluas akses pembinaan prestasi sekaligus mendukung pelestarian budaya di satuan pendidikan.
FLS3N 2025 mengusung tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” dan dijadwalkan berlangsung pada 3–8 November 2025. Ajang ini diikuti peserta dari 32 provinsi serta sekolah Indonesia di luar negeri.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menekankan bahwa FLS3N tidak semata menjadi kompetisi, melainkan juga sarana pembelajaran karakter bagi peserta didik. Ia menyebut kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan apresiasi bagi peserta dari berbagai daerah, dengan seni sebagai bahasa universal yang melampaui batas wilayah, bahasa, dan budaya.
Pada jenjang SD/MI sederajat, terdapat tujuh cabang lomba, yakni menyanyi solo, pantomim, mendongeng, menulis cerita, tari, gambar ekspresi, dan kriya. Sementara pada jenjang SMP/MTs sederajat, tersedia delapan cabang lomba, di antaranya tari kreasi, ilustrasi, hingga kreativitas musik tradisional.
Menurut Irene, jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 191 ribu murid dari seluruh Indonesia. Ia menilai pelaksanaan FLS3N juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan dan empati melalui proses kreatif, sekaligus mendorong peserta mengasah kemampuan artistik dan menghargai keberagaman budaya Nusantara.
Selain perlombaan, rangkaian FLS3N 2025 turut diisi pameran karya seni murid, workshop seni dan literasi, serta pertunjukan kolaborasi budaya daerah yang mempertemukan talenta muda dari berbagai provinsi. Melalui rangkaian tersebut, penyelenggara berharap peserta didik dapat memperluas wawasan budaya, memperkuat jejaring kolaboratif, dan menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Nusantara.
Irene menuturkan FLS3N merupakan bagian dari strategi Kemendikdasmen untuk memperkuat ekosistem talenta dan pembinaan seni budaya di sekolah. Ia menyebut peserta FLS3N sebagai bagian penting dalam regenerasi pelestari budaya bangsa, mengingat identitas dan warisan budaya dapat memudar tanpa keberlanjutan.
Ia juga menilai potensi pengembangan seni budaya di sekolah sangat besar karena didukung guru dan lingkungan belajar yang kaya nilai lokal. Dari tiga jenis talenta—seni budaya, riset inovasi, dan olahraga—bidang seni budaya dinilai paling memungkinkan dikembangkan secara mandiri di sekolah karena berakar pada budaya daerah dan dapat diajarkan langsung untuk menumbuhkan minat peserta didik.
Dengan semangat “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri”, penyelenggara berharap FLS3N 2025 menegaskan peran pendidikan seni dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kebanggaan nasional peserta didik.

