Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar secara daring mulai Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis sebagai wadah penyaluran bakat dan kreativitas di bidang seni dan sastra.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD, Deni Oktarina, menyampaikan FLS3N merupakan program nasional untuk menggali potensi siswa sejak dini. Menurutnya, ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi untuk menumbuhkan kreativitas, karakter, serta kecintaan terhadap seni dan sastra Indonesia.
“FLS3N bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang ekspresi bagi anak-anak kita untuk menumbuhkan kreativitas, karakter, serta kecintaan terhadap seni dan sastra. Kami ingin setiap siswa berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Deni Oktarina saat dikonfirmasi Rabu, 13 Mei 2026.
Tahun ini, terdapat tujuh cabang yang diperlombakan, yakni Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari. Seluruh peserta mengirimkan karya serta video penampilan sesuai ketentuan teknis yang ditetapkan panitia.
Proses penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dengan indikator yang berbeda pada setiap cabang lomba. Penilaian berlangsung selama dua hari sejak 12 Mei 2026, dan hasil penilaian seluruh cabang diserahkan kepada panitia pada Rabu, 13 Mei 2026.
Setelah penilaian rampung, panitia akan mengumumkan pemenang melalui kanal informasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Juara pertama dari masing-masing cabang ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Bengkalis dan akan mengikuti pembinaan intensif untuk persiapan menghadapi FLS3N tingkat Provinsi Riau.
Deni Oktarina berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan sastra. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan semangat berkarya selama mengikuti lomba.
“Jadikan lomba ini sebagai pengalaman berharga. Tetap junjung sportivitas, saling menghargai, dan teruslah berkarya. Menang adalah bonus, tetapi proses dan keberanian untuk tampil jauh lebih berharga,” tuturnya.