Olahraga air flyboard dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Mojokerto dengan Sungai Brantas sebagai arena. Selain dapat diarahkan sebagai kompetisi, flyboard juga dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai wisata pertunjukan.
Pehobi flyboard di Mojokerto, Aditya Rusdian, mengatakan flyboard masih tergolong baru di Indonesia. Meski sudah dimainkan secara global sejak 2012, hingga kini flyboard belum masuk sebagai olahraga prestasi yang dipertandingkan secara nasional.
“Di Indonesia belum banyak yang bermain flyboard, jadi masih termasuk cabang olahraga ketangkasan, tapi belum masuk di KONI. Yang mengadakan perlombaan sejauh ini baru Kemenpora, kalau di internasional sudah dipertandingkan di SEA Games,” ujar Dian, sapaan akrabnya, Minggu (17/1).
Di Mojokerto, Dian menyebut sejauh ini hanya dirinya yang memiliki peralatan flyboard. Ia menilai hal itu tak lepas dari faktor biaya karena harga perangkat flyboard tergolong tinggi. Sementara itu, pertunjukan flyboard selama ini masih banyak terpusat di Bali dan Jakarta.
“Kalau di Jawa Timur, mungkin ada di Malang,” ucapnya.
Meski demikian, Dian menilai aspek hiburan dari flyboard sangat kuat. Daya tarik sebagai pertunjukan olahraga air tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata di Mojokerto.

