BERITA TERKINI
Gamelan dan Ragam Musik Nusantara Tampil Menonjol di Musical Instrument Museum Arizona

Gamelan dan Ragam Musik Nusantara Tampil Menonjol di Musical Instrument Museum Arizona

Gamelan, alat musik tradisional khas Indonesia, mendapat perhatian melalui kehadirannya di Musical Instrument Museum (MIM), Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. MIM dikenal sebagai salah satu museum instrumen musik terlengkap di dunia dengan koleksi lebih dari 8.000 alat musik dari 200 negara.

Di galeri tersebut, Indonesia tidak hanya diwakili oleh satu jenis musik. Berbagai instrumen dari sejumlah daerah dipamerkan, memberi gambaran tentang luasnya kekayaan seni bunyi Nusantara kepada pengunjung internasional.

Koleksi musik Indonesia yang ditampilkan mencakup gamelan Jawa, Bali, dan Sunda, serta alat musik bambu seperti angklung. Selain itu, terdapat kolintang sebagai alat musik pukul khas Minahasa dan sasando, alat musik petik dari Nusa Tenggara Timur, bersama berbagai instrumen tradisional lainnya.

Salah satu daya tarik utama pameran adalah instalasi gamelan Jawa berukuran besar yang disusun lengkap dalam format ansambel. Penataannya dibuat menyerupai suasana pendopo tradisional, menghadirkan nuansa budaya Jawa dan Sunda di tengah kawasan gurun Arizona. Deretan gong besar, saron, hingga bonang berbahan perunggu menjadi bagian dari instalasi tersebut.

MIM tidak hanya memajang alat musik sebagai artefak. Pameran dilengkapi sajian audio-visual yang menunjukkan bagaimana gamelan dimainkan dalam berbagai konteks, termasuk keterkaitannya dengan tarian tradisional, upacara adat, dan pertunjukan seni lainnya. Pendekatan ini membantu pengunjung memahami fungsi sosial dan budaya dari instrumen yang dipamerkan.

Kehadiran koleksi Indonesia di MIM mendapat apresiasi dari Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo. Ia menyampaikan kebanggaannya melihat budaya Indonesia menempati posisi terhormat di museum tersebut, serta menilai daya tarik gamelan bersifat universal dan dapat menjadi jembatan persahabatan antarnegara melalui seni.

Pandangan serupa disampaikan Purnomo Chandra selaku Konsul Jenderal RI di Los Angeles. Ia menyebut bahwa selain musik, galeri Indonesia juga menampilkan wayang kulit untuk memperlihatkan hubungan antara seni suara dan spiritualitas Nusantara.

Secara keseluruhan, penyajian koleksi Indonesia di Phoenix mencerminkan upaya diplomasi budaya sekaligus sarana edukasi bagi publik di Amerika Serikat. Keberadaan gamelan dan instrumen Nusantara lainnya di MIM menegaskan pengakuan terhadap kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional.