BERITA TERKINI
Gen Z dan Tari: Ekspresi Diri Lewat Bahasa Tubuh yang Universal

Gen Z dan Tari: Ekspresi Diri Lewat Bahasa Tubuh yang Universal

Tari dikenal sebagai salah satu bentuk ekspresi seni tertua dan bersifat universal. Melalui gerak tubuh, penari dapat menyampaikan emosi, cerita, dan pesan kepada penonton. Bagi generasi Z, menari juga menjadi ruang untuk mengungkapkan diri sekaligus menunjukkan identitas, termasuk membagikan perasaan dan pengalaman hidup tanpa harus menggunakan kata-kata.

Dalam program Apresiasi Seni dan Sastra Pro 2 RRI Purwokerto, mahasiswa seni tari Anita Dwi Ningtyas membagikan pengalamannya berkecimpung di dunia tari. Ia pernah tampil menari di Istana Negara dan juga menciptakan karya tari yang berangkat dari tradisi Lengger Banyumasan.

Anita menekankan bahwa setiap gerakan tari memiliki makna, terutama pada tari klasik yang dinilainya menyimpan pesan mendalam. Menurutnya, menari tidak sekadar rangkaian gerak, melainkan bentuk komunikasi melalui tubuh.

“Menari merupakan bahasa tubuh yang diungkapkan. Penari harus mampu mengekspresikan perasaan melalui gerakan. Saya menolak praktik menari tanpa pemahaman makna di dalamnya,” ujar Anita.

Untuk penari pemula, Anita menyarankan agar memulai dari gerakan sederhana terlebih dahulu. Setelah itu, pendalaman terhadap tari klasik dapat dilakukan secara bertahap.

Ia juga menyoroti pandangan sebagian anak muda yang menganggap tari tradisional sebagai kesenian kuno. Karena itu, menurutnya diperlukan inovasi agar tari tradisional lebih menarik bagi generasi muda, salah satunya dengan mengombinasikan unsur tradisional dan modern.

Anita berharap generasi muda semakin mencintai kesenian nasional, khususnya tari tradisional. Ia menilai minat terhadap budaya asing masih cukup dominan, padahal Indonesia memiliki beragam kesenian lokal yang unik. Kesadaran dan kepedulian terhadap seni tari Indonesia, menurutnya, perlu terus ditingkatkan.