GREY D mengumumkan akan menggelar konser live pertamanya bertajuk “Light - Night” pada 3 Juli di Teater Hoa Binh. Pengumuman tersebut disampaikan melalui halaman pribadinya pada malam 17 Mei.
Tak lama setelah poster konser dirilis, rencana pertunjukan ini cepat menjadi perbincangan di media sosial. Komunitas penggemar GREY D, yang dikenal sebagai GREYDIANS, ramai mengunggah berbagai postingan terkait “perburuan tiket”.
Antusiasme itu tidak hanya muncul karena ini menjadi konser solo perdana GREY D setelah bertahun-tahun berkiprah di industri musik, tetapi juga karena sang penyanyi dinilai terus memperluas konsep estetika yang ia bangun dalam proyek “Light - Night”. Sebelumnya, GREY D sempat memancing rasa penasaran penggemar lewat unggahan gambar burung hantu bercahaya disertai tulisan “Segera Hadir”. Meski tanpa informasi musik, teaser tersebut disebut menciptakan efek viral melalui simbolisme visual yang terkesan menyeramkan—gaya yang lekat dengan GREY D dan tim ST.319 Entertainment.
Poster resmi konser kembali menonjolkan pendekatan visual yang berbeda. Dalam bingkai bernuansa krem dan cokelat tua, penyanyi kelahiran 2000 itu tampil dengan rambut panjang, duduk di atas tumpukan koper serta barang-barang lama. Visual ini memunculkan kesan karakter fantasi yang berada di batas antara terang dan gelap.
Sejumlah penonton menilai poster tersebut lebih menyerupai materi promosi merek fesyen kelas atas ketimbang poster konser V-pop pada umumnya. Mulai dari kostum berlapis, pencahayaan minimalis, hingga tipografi tulisan tangan, elemen-elemennya dirancang selaras sehingga menghadirkan kesan “dunia bercerita”, bukan sekadar pengumuman satu pertunjukan musik.
Dalam pemberitaan, GREY D disebut sebagai salah satu figur yang menonjol di antara seniman muda berkat konsep yang fantastis, misterius, dan ambisius. Setelah lagu-lagu seperti “vaicaunoicokhiennguoithaydoi”, “Dua Em Ve Nha”, serta album “Anh Sang”, ia kerap dipandang sebagai salah satu wajah langka di V-pop yang menekankan pendekatan “pembangunan dunia”—membangun ekosistem estetika yang mencakup musik, visual, tipografi pada produk, mode, hingga penampilan panggung.
Sejumlah situs musik dan komunitas penggemar internasional juga membandingkan pendekatan GREY D dengan pola personal branding yang populer di K-pop dan pop alternatif internasional, ketika artis tidak hanya merilis lagu, tetapi sekaligus membangun “alam semesta emosional” untuk dimasuki pendengar.
Judul konser “Light - Night” turut mempertegas arah citra yang dibangun GREY D melalui dua sisi yang berlawanan—cahaya dan kegelapan—yang telah muncul dalam karya-karya terbarunya. Setelah Side A dari proyek tersebut meraih capaian kuat di platform digital dan mengukuhkan reputasinya sebagai “pangeran musik digital generasi baru”, pendengar menantikan kelanjutan rilisan musiknya. Namun, alih-alih hanya merilis audio atau video musik, GREY D memilih membawa konsep itu ke skala konser, yang dipandang sebagai upaya menghadirkan pengalaman pertunjukan multisensori.
GREY D, bernama asli Doan The Lan, dikenal sebagai salah satu artis Gen Z di V-pop. Ia muncul dari grup MONSTAR dan kemudian meniti karier solo. Namanya juga terkait dengan kompetisi The Voice Kids Vietnam 2014 dan Sing My Song 2016, serta kemampuan menggubah, memproduksi, dan membawakan musiknya sendiri.
Ia memiliki sejumlah lagu yang banyak diputar di layanan streaming, termasuk “vaicaunoicokhiennguoithaydoi” dan “dự báo thời tiết hôm nay mưa …”, serta disebut pernah menjadi penyanyi pria Vietnam yang paling banyak diputar di Spotify pada 2023. Julukan “pangeran musik digital” dilekatkan pada GREY D karena konsistensi performa streaming, kemampuannya menciptakan lagu-lagu populer tanpa sering tampil di depan publik, serta basis penggemar yang kuat di platform digital.