Instalasi farmasi RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai pulih dan kembali beraktivitas secara bertahap hampir dua bulan setelah terendam banjir bandang. Pemulihan dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya manusia serta kondisi sarana dan prasarana yang terdampak.
Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia, Puput Mayasari, mengatakan kondisi instalasi farmasi pada awal bencana sangat parah karena dipenuhi lumpur tebal. “Awal bencana, kondisi instalasi farmasi benar-benar penuh lumpur. Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan pascabencana, kami sudah mulai bisa beraktivitas kembali,” kata Puput, Minggu (18/1/2026).
Saat ini, gedung instalasi farmasi masih difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah. Adapun layanan untuk rawat inap disebut sudah mulai berjalan dengan sistem yang disesuaikan.
Puput menjelaskan, penataan obat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keamanan. “Kami menyusun obat-obatan secara bertahap. Jika nanti sudah tertata rapi dan aman, seluruh pelayanan farmasi akan kami pindahkan kembali ke gedung ini,” ujarnya.
Sebelumnya, rumah sakit memprioritaskan pemulihan layanan vital lainnya. Unit Gawat Darurat (UGD) kembali dibuka pada 9 Desember 2025 setelah pembersihan intensif yang dibantu tim gabungan TNI dan Brimob.
Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, juga menyampaikan bahwa pemulihan layanan cuci darah menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan mendesak pasien kronis.
Puput menyatakan optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, instalasi farmasi dan seluruh layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia dapat segera kembali beroperasi normal.

