BERITA TERKINI
Hanoi Menguatkan Ambisi Menjadi Pusat Festival Musik Kelas Dunia

Hanoi Menguatkan Ambisi Menjadi Pusat Festival Musik Kelas Dunia

Hanoi menegaskan ambisinya untuk menjadi titik temu festival musik berskala besar, seiring maraknya konser dan program seni sepanjang 2025. Momentum itu paling terasa menjelang peringatan 80 tahun Revolusi Agustus dan Hari Nasional pada 2 September, ketika ibu kota Vietnam mengalami lonjakan agenda pertunjukan di berbagai lokasi utama.

Dalam kurun sedikit lebih dari sebulan, hampir 10 program tingkat nasional digelar di tempat-tempat seperti Stadion Nasional My Dinh, Pusat Pameran Nasional, Lapangan Revolusi Agustus, dan Benteng Kekaisaran Thang Long. Setiap pertunjukan dilaporkan menarik sekitar 20.000 hingga 50.000 penonton, memperlihatkan besarnya daya serap publik terhadap acara musik dan seni di Hanoi.

Rangkaian tersebut membentuk potret kehidupan musik yang kian hidup di ibu kota. Sejumlah program bertema simbolik disebut dipersiapkan secara cermat, antara lain “Tanah Air di Hatiku,” “Bangga Menjadi Orang Vietnam,” “Hanoi - Dari Musim Gugur Bersejarah 1945,” “Hanoi - Aspirasi Abadi Vietnam,” serta “80 Tahun Perjalanan Menuju Kemerdekaan, Kebebasan, dan Kebahagiaan.” Melalui bahasa musik, desain panggung, dan teknologi pertunjukan modern, acara-acara itu menghadirkan kembali tonggak sejarah penting dalam ruang artistik yang khidmat dan emosional.

Di luar program yang banyak mendapat sorotan media, Hanoi juga menjadi tuan rumah konser hiburan berskala besar yang mencerminkan dinamika pasar seni pertunjukan kontemporer. Konser langsung My Tam bertajuk “See the Light” di Stadion Nasional My Dinh, yang dihadiri sekitar 40.000 penonton, disebut menjadi tonggak baru bagi artis solo Vietnam dan meninggalkan dampak emosional yang kuat.

Program hiburan untuk anak muda seperti “Brother Says Hi” dan “Beautiful Girl Says Hi,” serta berbagai festival musik berskala besar lainnya, turut meramaikan area-area luas di ibu kota dan membentuk ritme kota yang dinamis. Hanoi juga tercatat menjadi persinggahan tur internasional, salah satunya G-Dragon 2025 World Tour pada November 2025 yang menarik sekitar 100.000 penonton domestik dan internasional. Kehadiran tur tersebut dinilai berkontribusi menempatkan Hanoi—Vietnam dalam kelompok pasar hiburan Asia yang tengah berkembang dan menarik.

Antusiasme publik berlanjut hingga pergantian tahun. Program Hanoi Countdown 2026 di Lapangan Dong Kinh Nghia Thuc pada malam 31 Desember 2025 hingga pagi 1 Januari 2026 menghadirkan puluhan ribu warga dan wisatawan yang merayakan malam tahun baru di sekitar Danau Hoan Kiem, dengan musik dan cahaya sebagai latar suasana. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bagaimana musik kian menjadi bagian alami dari kehidupan perkotaan modern di Hanoi.

Keberhasilan agenda sepanjang 2025 dipandang bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan cerminan persiapan dan arah pengembangan industri budaya di Hanoi. Dari berbagai malam pertunjukan tersebut, ibu kota disebut bergerak menuju tujuan menjadi pusat festival musik berskala besar tingkat nasional, sekaligus memperluas jangkauan ke tingkat regional.

Profesor Madya Bui Hoai Son, anggota tetap Komite Kebudayaan dan Masyarakat Majelis Nasional, menilai bukan kebetulan bila Hanoi kerap dipilih sebagai tuan rumah agenda nasional besar. Ia menyebut sejumlah faktor pendukung, mulai dari letak geografis yang sentral, infrastruktur yang relatif komprehensif, keberadaan lembaga budaya dan seni berskala besar, hingga kedalaman sejarah dan budaya yang telah terbentuk selama ribuan tahun.

Untuk pembangunan jangka panjang, Bui Hoai Son menekankan nilai inti festival musik berskala besar terletak pada kemampuannya membangkitkan emosi kolektif. Ketika emosi individu berubah menjadi pengalaman komunal, hal itu dapat memperkuat kohesi sosial—yang ia nilai sebagai fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan industri budaya. Ia juga menyinggung praktik di berbagai negara yang berhasil mengubah festival musik menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana promosi citra nasional.

Dalam praktiknya, setiap festival musik besar disebut dapat mendorong kenaikan jumlah wisatawan dan meningkatkan aktivitas sektor akomodasi, layanan, transportasi, serta kuliner. Sejalan dengan tren itu, sejumlah pelaku usaha mengembangkan paket pengalaman yang menggabungkan “menonton konser dan menjelajahi Hanoi.” Di sisi lain, siaran langsung, perekaman, dan distribusi program melalui platform digital menciptakan konten yang dinilai bernilai untuk memperluas promosi citra ibu kota kepada audiens domestik maupun internasional. Setiap acara juga disebut membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga di bidang teknis, logistik, pembuatan konten, dan media.

Wakil Sekretaris Tetap Komite Partai Hanoi, Nguyen Van Phong, menegaskan industri budaya merupakan salah satu kekuatan khusus ibu kota. Ia menyebut Hanoi sebagai daerah pertama yang mengeluarkan resolusi khusus tentang pengembangan industri budaya. Resolusi No. 09-NQ/TU untuk periode 2021-2025 dengan orientasi hingga 2030 dan visi hingga 2045 menargetkan peningkatan pendapatan industri budaya secara bertahap, dengan kontribusi sekitar 8% terhadap PDB kota pada 2030 dan 10% pada 2045.

Nguyen Van Phong juga menyoroti bahwa kekuatan Hanoi tidak hanya berasal dari kelimpahan sumber daya budaya, tetapi juga dari kapasitas kreativitas yang besar, termasuk konsentrasi intelektual dan seniman yang tinggi serta populasi muda dengan standar hidup yang meningkat. Ia menyatakan Hanoi tengah membangun ekosistem industri budaya yang terhubung dengan unsur internasional untuk menciptakan kondisi yang mendukung para seniman berkarya, sekaligus mendorong ekonomi dan meningkatkan kehidupan budaya serta spiritual masyarakat.

Dalam konteks itu, investasi pembangunan sejumlah struktur ikonik disebut menjadi arah penting, termasuk Pusat Pameran Vietnam di Komune Dong Anh, Teater Ho Guom di Kelurahan Cua Nam, serta Gedung Opera Hanoi di tepi Danau Barat, yang diproyeksikan mampu menyelenggarakan acara budaya tingkat internasional.

Setelah dampak rangkaian konser 2025, Perdana Menteri juga mengarahkan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk memimpin koordinasi kajian serta penyusunan rencana guna mempertahankan dan mengembangkan model konser berskala besar. Arahan itu mencakup inovasi konten, penerapan teknologi modern, serta tujuan membentuk rangkaian acara tingkat nasional di Hanoi dan daerah lain, guna berkontribusi pada peningkatan citra Vietnam dan rakyatnya.