BERITA TERKINI
Hari Kedua HASI 2026 Soroti Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit di Perkebunan Sawit

Hari Kedua HASI 2026 Soroti Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit di Perkebunan Sawit

Jakarta — Memasuki hari kedua HASI 2026 (HaiSawit Simposium), agenda difokuskan pada penggunaan teknologi untuk pengendalian hama dan penyakit di perkebunan kelapa sawit. Sesi ini dirancang sebagai forum pembelajaran dan diskusi bagi para profesional sawit untuk memperkuat strategi pengendalian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Pengendalian hama dan penyakit disebut menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produksi kebun. Sejumlah tantangan yang dibahas meliputi Ganoderma, ulat api, tikus, serta penyakit busuk pangkal batang, yang dinilai memerlukan pendekatan berbasis riset dan teknologi.

Dalam agenda tersebut, peserta dijadwalkan memperoleh wawasan mengenai penerapan Integrated Pest Management (IPM), inovasi bioteknologi, sistem monitoring, serta strategi implementasi di berbagai kondisi perkebunan.

Pada sesi 6, HASI 2026 menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Malaysia, yakni Dedek Haryadi (Head P&D Asian Agri Group), Romzi Bin Ishak (Division Head R&D – FGV Holding Berhad), dan Rais Andersen (Chief Executive Officer PT Pascal Biotech Sdn Bhd, Malaysia). Diskusi dipandu Supriadi (Head R&D PT Dharma Satya Nusantara Tbk) dan diarahkan untuk berbagi perspektif lintas negara mengenai praktik terbaik dalam pengendalian hama dan penyakit.

Penyelenggara menyebut HASI 2026 akan dihadiri profesional sawit dari Indonesia dan Malaysia, mulai dari manajemen kebun, agronom, peneliti, hingga praktisi teknologi. Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperluas jejaring, memperdalam wawasan teknis, serta memperkuat kolaborasi industri.