Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Nunukan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 7 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid PAUD Qolbun Salim, Nunukan.
Acara tersebut dihadiri perwakilan dari 34 lembaga PAUD non-formal se-Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk konsolidasi organisasi.
Ketua Panitia, Warjiyem, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum Isra Mi’raj turut digunakan untuk mematangkan program kerja menyambut bulan suci Ramadan. Rangkaian agenda yang direncanakan meliputi buka puasa bersama, aksi sosial berbagi sembako, serta pelaksanaan Bazar Ramadan yang akan melibatkan partisipasi aktif seluruh lembaga di bawah naungan Himpaudi.
Dalam ceramahnya, Ust. Alamsyah menekankan sisi spiritual perjalanan Isra Mi’raj. Ia menyebut perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam sebagai bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui batas logika manusia.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi ujian keimanan, karena umat diminta meyakini kebesaran Allah di atas keterbatasan akal. Ia mengajak jamaah meneladani keteguhan iman Rasulullah SAW serta menyadari bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dalam menguji maupun mengangkat derajat hamba-Nya.
Ust. Alamsyah juga menggarisbawahi hikmah utama Isra Mi’raj, yakni turunnya perintah salat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat. Ia menyampaikan bahwa salat dapat dimaknai sebagai “mi’raj harian” umat Islam, yakni sarana untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta di tengah kesibukan. Karena itu, ia menyerukan para pendidik dan hadirin untuk menjaga serta menegakkan salat sebagai fondasi hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

