BERITA TERKINI
HIPMI Tulungagung Dukung Jatim Jadi Tuan Rumah Munas XVIII 2026, Nilai Infrastruktur dan Soliditas Organisasi Memadai

HIPMI Tulungagung Dukung Jatim Jadi Tuan Rumah Munas XVIII 2026, Nilai Infrastruktur dan Soliditas Organisasi Memadai

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tulungagung menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Jawa Timur sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI pada 2026. Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dari Jawa Timur untuk Indonesia.

Ketua BPC HIPMI Tulungagung, Dona Margaretha SE, mengatakan dukungan itu merupakan bentuk tanggung jawab organisasi di tingkat daerah untuk memperkuat posisi Jawa Timur dalam agenda nasional. Menurutnya, kesiapan provinsi ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pengalaman menggelar agenda besar, tetapi juga oleh soliditas organisasi.

Saat ini, terdapat 38 BPC HIPMI aktif yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dona menilai kekuatan struktur organisasi dan sinergi antardaerah menjadi fondasi penting untuk menyukseskan penyelenggaraan Munas.

“Kami melihat kesiapan Jawa Timur bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari kekuatan struktur organisasi dan sinergi antardaerah. Dengan koordinasi yang solid, Jawa Timur memiliki fondasi kuat untuk menjadi tuan rumah Munas XVIII HIPMI 2026,” ujar Dona.

Dalam masa bakti 2025–2028, kepengurusan BPC HIPMI Tulungagung yang dipimpin Dona bertekad menjadikan HIPMI sebagai ekosistem pertumbuhan pengusaha muda yang kolaboratif dan berdaya saing. Salah satu upaya itu diwujudkan melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) bertema Akselerasi Pengusaha, Ekonomi Tangguh, dan Berdaya Saing.

Melalui forum tersebut, HIPMI Tulungagung mendorong anggotanya untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas secara bertahap, serta memanfaatkan peluang digital dan jejaring usaha secara lebih luas. Dona menilai semangat itu sejalan dengan makna Munas sebagai momentum konsolidasi nasional bagi pengusaha muda Indonesia.

Ia menekankan Munas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring bisnis, dan merumuskan arah besar pengusaha muda Indonesia ke depan. “Kami percaya Jawa Timur mampu menghadirkan penyelenggaraan yang terorganisasi dan memberi dampak,” katanya.

Dari sisi potensi daerah, Tulungagung disebut memiliki kekuatan pada sektor industri marmer yang telah lama menjadi identitas ekonomi lokal. Selain itu, pertumbuhan UMKM, ekonomi berbasis masyarakat, serta potensi wilayah pesisir dan perikanan turut memperkuat struktur ekonomi daerah. Keberagaman sektor tersebut dinilai menjadi bagian dari mozaik kekuatan Jawa Timur sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

BPC HIPMI Tulungagung juga menyebut memiliki pengalaman menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala besar dengan partisipasi masyarakat yang luas. Pengalaman itu dinilai menjadi salah satu bukti kapasitas organisasi di tingkat cabang dalam mendukung agenda nasional.

“Dukungan ini menunjukkan bahwa pencalonan Jawa Timur bukan sekadar inisiatif, tetapi lahir dari kekuatan kolektif seluruh daerah. Dengan soliditas 38 BPC yang aktif dan terkoordinasi, kami percaya Jawa Timur siap menjadi tuan rumah yang membanggakan bagi HIPMI Indonesia,” tegas Dona.