BERITA TERKINI
Ho Viet Trung Kisahkan Titik Balik Beralih ke Bolero dan Pelajaran dari Perjalanan Kariernya

Ho Viet Trung Kisahkan Titik Balik Beralih ke Bolero dan Pelajaran dari Perjalanan Kariernya

Ho Viet Trung mengenang salah satu momen penting dalam kariernya ketika mengikuti kompetisi “Listen to Me Sing 2017”. Sebelum tampil di ajang tersebut, ia lebih dikenal publik lewat lagu-lagu pop bernuansa ceria serta film-film komedi musikal yang meraih jutaan penonton. Keputusan untuk mencoba bolero yang sentimental ia sebut sebagai langkah berani bagi dirinya.

Menurut Ho Viet Trung, respons penonton selama kompetisi menjadi pemicu utama yang mendorongnya merilis album bolero setelahnya. Ia juga menekankan pentingnya tidak membatasi diri. “Anda tidak boleh membatasi diri. Keluar dari zona nyaman akan membantu Anda belajar lebih banyak dan menemukan bakat tersembunyi dalam diri Anda yang tidak pernah Anda ketahui sebelumnya,” ujarnya.

Peralihan genre itu, kata dia, tidak lepas dari tekanan dan ketakutan akan penolakan. Ia menggambarkan selera musik layaknya pilihan makanan sehari-hari. “Ada yang suka makan nasi, ada yang suka pho, dan ada yang lebih suka sup mie. Jika seseorang menginginkan sup mie dan Anda membawakan mereka nasi, mereka pasti tidak akan menerimanya,” tuturnya.

Dalam perjalanan kariernya, Ho Viet Trung mengakui pernah menerima kritik ringan hingga reaksi keras dari publik. Ia menilai, tanpa pola pikir yang kuat, seorang seniman mudah berkecil hati dan menyerah. Karena itu, ia memilih menjaga ketenangan serta mendefinisikan gaya yang khas agar dapat menghadapi prasangka sekaligus mempertahankan audiensnya ketika menyanyikan bolero dengan caranya sendiri.

Ia menegaskan kesuksesan tidak datang secara instan. Ho Viet Trung menyebut dirinya bekerja tanpa lelah bernyanyi selama 12 tahun, sambil terus mengamati dan belajar dari generasi sebelumnya, sebelum akhirnya memperoleh pengakuan yang lebih luas.

Ho Viet Trung juga mengungkap bahwa ia membangun karier secara mandiri, mengandalkan upaya sendiri tanpa dukungan maupun sumber daya keuangan. Video musik debutnya, kata dia, dibuat dengan anggaran sangat kecil—3 juta VND—yang berasal dari tabungan hasil tampil pada malam hari. Dari pengalaman tersebut, ia menarik pelajaran bahwa seorang musisi perlu memilih gaya yang sesuai kemampuan agar dapat bertahan secara berkelanjutan di industri musik.

Menyoroti perubahan lanskap musik, ia membandingkan masa ketika sebuah lagu membutuhkan waktu 3–6 bulan untuk menjadi hit dengan kondisi saat ini, ketika media sosial memungkinkan sebuah lagu melejit dalam semalam. Namun, ia mengingatkan generasi muda tentang risiko “naik cepat, jatuh cepat”. Menurutnya, banyak penyanyi muda memiliki lagu hit, tetapi beberapa bulan kemudian tersisih oleh gelombang musik baru sehingga sulit membangun nama dan tempat di hati publik.

Bagi Ho Viet Trung, kebahagiaan terbesar seorang penyanyi adalah ketika setelah 10 tahun berkarier, ia tetap diingat penonton saat naik panggung, dan diminta membawakan lagu-lagu yang melekat dengan masa muda mereka.