BERITA TERKINI
Holland Baroque Tampil Perdana di Jakarta, Suguhkan Repertoar Barok Belanda Abad ke-17

Holland Baroque Tampil Perdana di Jakarta, Suguhkan Repertoar Barok Belanda Abad ke-17

Grup musik klasik asal Belanda, Holland Baroque, menghadirkan karya-karya komposer era Barok dalam penampilan perdana mereka di Indonesia. Konser digelar di Pusat Kebudayaan Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 21 Februari 2026.

Dalam pertunjukan tersebut, Holland Baroque memperkenalkan repertoar klasik Belanda yang menonjol dari abad ke-17. Grup asal Utrecht itu membawakan karya dari sejumlah komposer era Barok, antara lain Evaristo Felice Dall'Abaco, Heinrich Bach, Georg Friedrich Telemann, Giovanni Henrico Albicastro, Tomaso Albinoni, Arcangelo Corelli, dan Giuseppe Antonio Brescianello.

Tidak seluruh personel Holland Baroque hadir dalam rangkaian tur di Indonesia. Musisi yang tampil di Jakarta adalah violinis Judith Steenbrink, violinis Katarina Aleksi, violinis Andrej Kapor, pemain biola Joseph Tan, serta pemain cello Tomasz Pokrzywinski.

Direktur artistik Holland Baroque, Judith Steenbrink, mengatakan ansambel ini berfokus pada permainan musik Barok di Belanda dan ingin membagikannya kepada penonton di Indonesia. Menurutnya, karya-karya tersebut tetap relevan meski telah berusia ratusan tahun. “Meski telah berusia 300 tahun, musik kami masih hidup hingga sekarang sekarang,” kata Steenbrink di lokasi.

Steenbrink menjelaskan, musik era Barok memuat banyak emosi dan cerita yang dapat disampaikan musisi kepada penonton. Ia menilai musik juga menjadi medium untuk menghadirkan kembali kisah masa lampau kepada para pendengar.

Ia turut menekankan bahwa komposer asal Belanda memiliki kualitas yang tidak kalah dibanding tokoh-tokoh besar dari Jerman, termasuk Johann Sebastian Bach. Karena itu, ia meyakini musik klasik Belanda dapat menemukan pendengarnya di Indonesia. “Kami ingin membawa lagu-lagu yang mungkin tidak dipermainkan setiap hari,” ujarnya.

Dalam pembuka dan penutup penampilan, Holland Baroque berkolaborasi dengan sekolah musik Jakarta Conservatory of Music. Mereka juga membawakan lagu “Rambadia” dari Sumatera Utara.

Selain tampil di panggung, Steenbrink menyampaikan keinginan Holland Baroque untuk berbagi pengalaman dengan musisi muda di Indonesia. Ia menilai pelajar musik di Tanah Air memiliki kemampuan yang kuat dalam membawakan karya. “Saya pikir pelajar musik Indonesia punya kemampuan mumpuni dalam mempersembahkan karya,” tuturnya.

Di luar agenda konser, Holland Baroque dikenal melalui proyek-proyek yang ditulis dan diaransemen Judith Steenbrink bersama Tineke Steenbrink untuk orkestra dan musisi tamu. Sejumlah proyek yang disebutkan antara lain Gospel Baroque bersama London Community Gospel Choir, Love is Crazy dengan Sven Ratzke, serta Silk Baroque dengan pemain sheng Wu Wei.

Melalui riset, mereka juga menyebut menemukan repertoar yang memunculkan kembali apresiasi terhadap komposer abad ke-17 yang terlupakan, seperti Benedictus a Sancto Josepho. Holland Baroque juga memperoleh pengakuan melalui proyek yang melibatkan pemain trompet Eric Vloeimans dan penyanyi-penulis lagu Daniël Lohues, serta kolaborasi dengan Reinbert de Leeuw. Orkestra ini turut menyatakan dukungan bagi talenta muda melalui konser sekolah.

Setelah pentas di Jakarta, Holland Baroque dijadwalkan tampil di Medan pada Rabu, 25 Februari 2026, dan berlanjut ke Semarang pada Jumat, 27 Februari 2026.