Perjalanan musik Huynh Trong Thong bermula dari gerakan seni akar rumput. Berbekal gitar akustik sederhana, ia aktif dalam kegiatan perkumpulan pemuda dan festival seni amatir, sebelum perlahan memantapkan diri di jalur penulisan lagu secara profesional dan tetap terlibat dalam kehidupan seni-budaya di tingkat lokal.
Tonggak penting dalam kariernya terjadi pada 25 Desember 2019, ketika Huynh Trong Thong diterima sebagai anggota Asosiasi Musisi Vietnam. Pengakuan tersebut menandai perjalanannya dari lingkungan kreatif akar rumput menuju ranah profesional.
Dari fase awal itu, sejumlah lagu lahir dengan benang merah yang kuat: kecintaan pada tanah kelahiran. Beberapa judul karyanya antara lain “Mengenang Para Perintis,” “Phu Hoa: Lagu Cinta Abadi yang Indah,” “Phu Yen: Musim Semi yang Cemerlang,” “Phu Yen: Sebuah Epik Kepahlawanan,” “Phu Yen yang Bersinar,” dan “Phu Yen: Kota Kasih Sayang.” Ia menyebut setiap daerah memiliki keindahan masing-masing, namun baginya tanah kelahiran tetap menjadi tempat yang paling indah dan puitis.
Setelah mengikuti pelatihan profesional, kemampuan komposisinya meningkat. Pada Festival Musik Nasional pertama tahun 2022 yang diselenggarakan Asosiasi Musisi Vietnam di Buon Ma Thuot, karyanya “Huyen Ca Dat Phu” (Lagu Legendaris Phu Yen) meraih penghargaan B. Sementara lagu “Phu Yen Nghia Tinh” (Kasih Sayang Phu Yen) menerima Penghargaan Dorongan pada Penghargaan Musik 2022. Selain itu, sejumlah karya lainnya juga disebut meraih penghargaan dalam kompetisi penulisan lagu tingkat provinsi dan regional.
Hingga kini, Huynh Trong Thong telah menggubah hampir 100 lagu. Sebanyak 22 lagu di antaranya dipilih dan dimasukkan dalam koleksi “Lagu-Lagu Terbaik Komposer Huynh Trong Thong.” Di atas panggung, ia tidak hanya dikenal sebagai komposer, tetapi juga musisi yang memainkan organ, gitar, biola, dan drum. Ia juga menggubah Vong Co, menulis lirik baru untuk melodi rakyat, serta berkontribusi memperkaya kehidupan artistik masyarakat.
Saat ini, ia merupakan anggota Asosiasi Musisi Vietnam dan menjabat sebagai Kepala Cabang Teater Komune Phu Hoa 2. Dalam peran tersebut, ia terlibat langsung dalam pementasan, pengaturan, dan penampilan program-program yang melayani tujuan politik, hari libur, dan festival seni rakyat setempat.
Komposer sekaligus Seniman Rakyat Cao Huu Nhac, mantan Direktur Teater Musik dan Tari Rakyat Sao Bien, menilai Huynh Trong Thong sebagai contoh seniman yang tumbuh dari gerakan akar rumput dan secara bertahap menegaskan identitasnya di jalur profesional.
Setelah penggabungan administratif, wilayah Phu Yen kini menjadi bagian timur provinsi Dak Lak. Bagi Huynh Trong Thong, perubahan nama administratif tidak mengubah kecintaannya pada tanah kelahiran. Lanskap alam dan kehidupan masyarakat setempat tetap menjadi sumber inspirasi dalam karya-karyanya.
Melodi dalam lagu-lagunya kerap digambarkan sederhana dengan pengaruh musik rakyat yang kuat, sementara liriknya lugas dan dekat dengan kehidupan masyarakat pekerja. Karena karakter tersebut, banyak karyanya dipilih untuk ditampilkan dalam program budaya lokal dan dinilai ikut menyebarkan nilai-nilai musik di masyarakat.
Salah satu karya yang disebut representatif adalah “Lagu Legendaris Tanah Phu,” digubah pada 2019. Lagu ini mengungkapkan rasa syukur kepada para leluhur yang berkontribusi dalam reklamasi dan pengembangan wilayah tersebut, dengan nuansa epik namun tetap liris dan mendalam.
Di luar aktivitas kreatif, Huynh Trong Thong juga aktif mengajar dan membimbing keterampilan musik bagi generasi muda setempat. Kegiatan serta pertukaran budaya-seni yang ia selenggarakan disebut ikut membangun lingkungan yang sehat dan membina bakat seni di tingkat akar rumput.
Seniman Berprestasi Thanh Vân dari Teater Musik dan Tari Rakyat Sao Biển, yang telah membawakan banyak lagunya, menilai karya Huynh Trong Thong memiliki lirik sederhana dan melodi menarik sehingga cocok untuk berbagai kelompok usia.
Dari gerakan seni akar rumput hingga lingkungan profesional, dan dari tanah leluhur hingga wilayah timur Dak Lak saat ini, perjalanan Huynh Trong Thong menggambarkan ketekunan dan dedikasi pada seni. Bagi dirinya, setiap karya bukan sekadar curahan emosi, melainkan juga wujud tanggung jawab dan kecintaan pada tempat ia hidup dan berkontribusi.