BERITA TERKINI
Ibnu Wildan Siapkan Album "Perayaan Patah Hati", Usung Pop Rock dan Tema Kehilangan yang Lebih Luas

Ibnu Wildan Siapkan Album "Perayaan Patah Hati", Usung Pop Rock dan Tema Kehilangan yang Lebih Luas

Penyanyi Ibnu Wildan Arsalan tengah menyiapkan album penuh bertajuk Perayaan Patah Hati sebagai langkah untuk menghadirkan karya-karya orisinalnya di industri musik. Wildan menyebut dorongan untuk berkarya datang dari prinsip yang ia pegang sejak lama.

"Kalau kata bapak saya, seniman itu berarti harus punya karya," ujar Ibnu Wildan saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2026).

Perjalanan Wildan di dunia tarik suara telah dimulai dari panggung-panggung kecil di berbagai kafe. Pengalaman itu membuatnya merasa memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi pembawa lagu milik orang lain. Ia juga menyinggung fenomena musisi kafe yang menurutnya kerap berada di zona nyaman.

"Banyak teman musisi kafe yang sudah di zona nyaman, tapi menurut saya, kalau kita berpikiran seperti itu, kita menghilangkan sisi kita sebagai seniman. Menurut saya, kalau kita berpikiran kayak gitu, kita menghilangkan sisi kita sebagai seniman," kata Wildan.

Dalam proses penggarapan album, Wildan menggandeng produser sekaligus penulis lagu Rahmat Hidayat. Keduanya bekerja intensif menyiapkan sepuluh lagu dengan nuansa personal. Rahmat menjelaskan, judul album dipilih untuk menegaskan gagasan “merayakan” patah hati sebagai tema besar yang mengikat keseluruhan lagu.

"Kita mengambil tagline-nya, maknanya adalah merayakan patah hati itu sendiri. Kita juga melihat judul ini dipakai di beberapa film, kenapa menarik? Karena sepuluh lagu kita memang mengarah ke sana," jelas Rahmat.

Meski mengusung judul Perayaan Patah Hati, tema yang diangkat tidak terbatas pada kisah putus cinta. Rahmat menekankan bahwa “kehilangan” dalam album ini dimaknai lebih luas, termasuk kehilangan anggota keluarga.

"Tapi bukan cuma soal pasangan, ada tentang kehilangan kakak atau suami," ujar Rahmat.

Dari sisi musikalitas, Wildan mengusung warna pop rock yang dinamis agar tidak terdengar monoton dan dapat dinikmati berbagai kalangan. Ia mengaku menyerap referensi dari grup band legendaris Jepang, L'Arc-en-Ciel, yang dikenal tidak terpaku pada satu warna musik dalam setiap album.

"Saya terinspirasi L'Arc-en-Ciel, kalau mereka bikin album itu tidak melulu rock," imbuhnya.

Eksperimen juga menjadi bagian dari konsep album ini. Wildan menyebut akan ada berbagai elemen genre modern yang disisipkan, namun tetap berada dalam benang merah pop rock.

"Nanti di album Perayaan Patah Hati ada unsur EDM-nya, ada punk rock-nya juga, tapi benang merahnya tetap pop rock," paparnya.

Sebagai pembuka, Wildan menyiapkan dua lagu andalan dalam format double single berjudul "Jangan Patahkan Lagi" dan "Palung Jiwa". Ia mengatakan, berdasarkan survei di media sosial, "Jangan Patahkan Lagi" mendapat respons paling hangat karena liriknya dinilai relevan.

Wildan juga mengungkap dua target yang ingin dicapai melalui proyek ini. "Target pertama, karya ini bisa diterima dulu. Target kedua, saya ingin tampil secara visual di festival-festival besar seperti Synchronize atau Lalala Fest," pungkasnya.