BERITA TERKINI
Imam Utomo: PWI Jatim Mitra Strategis PMI, Disiapkan Relawan Jurnalis Palang Merah

Imam Utomo: PWI Jatim Mitra Strategis PMI, Disiapkan Relawan Jurnalis Palang Merah

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur Imam Utomo menegaskan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur merupakan mitra strategis PMI Jatim dan akan terus dilibatkan dalam sejumlah agenda penting ke depan.

Imam Utomo mengatakan PMI Jatim tengah merancang kerja sama dengan PWI Jatim, salah satunya melalui gagasan pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik yang bergerak di sektor kepalangmerahan dan kebencanaan.

“PWI Jatim mitra strategis PMI Jatim. Ide membentuk satuan relawan jurnalis palang merah di wilayah Jatim mesti segera diwujudkan, bila perlu ada bimbingan teknis yang dilakukan di beberapa daerah,” kata Imam Utomo saat buka puasa bersama di Kantor PMI Jatim, Surabaya, Rabu (4/3/2026), bersama sejumlah pengurus PWI Jatim.

Imam Utomo juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis, khususnya PWI, yang menurutnya telah membersamainya sejak ia menjabat Pangdam Brawijaya, Gubernur Jawa Timur selama dua periode, hingga kini sebagai Ketua PMI Jatim. Ia berharap kebersamaan itu dapat berlanjut dalam kerja-kerja PMI, dengan bentuk kolaborasi yang lebih terstruktur dan terlembagakan, terutama terkait relawan jurnalis palang merah.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Utomo turut menyampaikan informasi agenda besar PMI, yakni Temu Karya Relawan PMI yang semula direncanakan berlangsung pada April 2026 di Jawa Timur. Namun, menurutnya, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla menunda pelaksanaan kegiatan itu menjadi April 2027.

Ia menjelaskan, dalam Temu Karya Relawan PMI biasanya setiap provinsi mengirim sekitar 40–50 orang, yang umumnya merupakan relawan senior. Karena pelaksanaan bergeser ke tahun depan, Imam Utomo berharap relawan jurnalis palang merah yang dipandang dari kalangan anggota PWI Jatim dapat ikut dalam agenda tersebut.

Dalam kegiatan buka puasa bersama di Kantor PMI Jatim, Imam Utomo didampingi antara lain oleh Fatah Yasin, Edi Indrayana, dan Nur Wiyatno, serta sejumlah pengurus lainnya. Dari PWI Jatim hadir Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam, Wakil Ketua Mahmud Suhermono, Wakil Sekretaris Sokip, serta beberapa pengurus lain.

Syaiful Anam menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Ia juga menyampaikan doa dari pengurus dan anggota PWI Jatim untuk kesehatan Imam Utomo, serta menyatakan kesiapan PWI Jatim mendampingi PMI dalam berbagai aktivitas, termasuk rencana pembentukan relawan jurnalis palang merah.

Pada kesempatan itu, Syaiful Anam juga menyerahkan buku autobiografi K’Tut Tantri berjudul Revolusi Di Nusa Damai kepada Imam Utomo. Syaiful menjelaskan buku tersebut memuat kisah perjuangan K’Tut Tantri di Indonesia, termasuk perannya sebagai relawan Palang Merah Internasional dan keterlibatannya sebagai penyiar atau jurnalis radio perjuangan pada era pertempuran 1945.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat Dhimam Abroor menyatakan dukungan terhadap keinginan Imam Utomo melibatkan PWI Jatim sebagai mitra strategis dalam agenda PMI, termasuk pembentukan relawan jurnalis palang merah. Pernyataan itu disampaikan saat buka puasa bersama anak yatim piatu di Sekretariat PWI Jatim, Jumat (6/3/2026), didampingi Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.

Dhimam Abroor juga menyinggung pentingnya penguatan kembali figur pejuang perempuan K’Tut Tantri yang disebutnya sebagai sahabat Bung Tomo dan terlibat dalam radio perjuangan arek-arek Suroboyo. Ia mengatakan buku Revolusi Di Nusa Damai telah diterima Imam Utomo, dan menilai kiprah K’Tut Tantri sebagai jurnalis sekaligus relawan International Red Cross pada masa pertempuran 10 November 1945 patut mendapat perhatian publik.