Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menerima kunjungan Korea Creative Content Agency (KOCCA) serta aktor Lee Won Jung dari RUNUP Company dalam upaya mempererat kemitraan Indonesia dan Korea Selatan, terutama pada subsektor film dan musik.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan kolaborasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis yang saling menguntungkan. Dengan menggabungkan kekayaan budaya Indonesia dan potensi pasar yang luas, kerja sama diharapkan dapat membuka akses yang lebih besar ke pasar global.
“Dalam hal pembuatan film, kita bisa menyelaraskan harapan yang sama karena masing-masing negara punya aspek budaya yang menginspirasi dan mengeksplorasi potensi ide maupun kolaborasi yang dapat terjadi ke depan. Biasanya, hal-hal tersebut bisa memperkuat hubungan dan pemahaman terkait industri kreatif antar kedua negara,” kata Irene dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Irene juga menekankan pentingnya membangun ekosistem bersama agar rencana aksi kedua negara dapat diwujudkan secara nyata. Menurutnya, tingginya popularitas K-Pop di Indonesia dapat menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi film dan musik melalui diplomasi publik yang solid. KOCCA disebut berkomitmen pada pengembangan talenta di berbagai bidang, termasuk animasi, video gim, hingga konten konvergensi teknologi terbaru.
Direktur Regional KOCCA Indonesia, Lee Gi Haun, menyampaikan ketertarikan untuk membawa talenta musik Indonesia ke Korea Selatan guna memperluas jejaring mereka di tingkat internasional. Ia juga menilai film Indonesia telah memiliki kualitas yang baik dan berpeluang dikembangkan melalui kerja sama.
“Untuk subsektor film, kami yakin kalau film Indonesia sudah bagus tinggal dikembangkan bersama agar bisa lebih baik lagi. Sementara subsektor musik, kami ingin merealisasikan agar talenta-talenta Indonesia bisa dibawa ke Korea atau masuk ke jaringan internasional yang lebih besar,” ujar Lee Gi Haun.
Dari pihak RUNUP Company, COO Choi Do Suk menyatakan optimisme terhadap penggabungan kekuatan kreatif kedua negara. Ia menyoroti potensi sinergi antara teknik perfilman Indonesia dan keragaman lokasi syuting dengan struktur naskah Korea yang dinilai kuat.
Dengan berbagi pengalaman terkait kesuksesan global K-Content, Choi berharap kerja sama tersebut dapat membantu mendorong konten original Indonesia menuju standar dunia yang lebih tinggi.

