BERITA TERKINI
Iran-AS Bahas Kesepakatan Damai, Termasuk Pengaturan Selat Hormuz dan Sanksi Minyak

Iran-AS Bahas Kesepakatan Damai, Termasuk Pengaturan Selat Hormuz dan Sanksi Minyak

JAKARTA—Potensi perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat disebut dapat mencakup penghentian perang di berbagai lini. Salah satu poin yang dibahas adalah penghentian serangan Israel di Lebanon, serta pencabutan sanksi terhadap minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung.

Dalam skema yang dilaporkan, apabila kesepakatan tercapai, Selat Hormuz tidak sepenuhnya kembali ke status sebelum perang. Namun, jumlah kapal yang diizinkan melintasi jalur perairan strategis tersebut disebut akan dipulihkan ke kondisi sebelum perang dalam waktu 30 hari.

Menurut laporan yang mengutip kantor berita Tasnim, Iran menegaskan akan menegakkan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz melalui berbagai cara, dengan rincian yang akan diumumkan kemudian. Iran juga disebut bersikeras setidaknya ada pelepasan sebagian asetnya yang dibekukan, serta adanya jendela negosiasi selama 60 hari terkait program nuklir Teheran.

Selain itu, Teheran menyerukan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Iran beralasan tidak akan ada perubahan pengaturan di Selat Hormuz apabila blokade tersebut tetap diberlakukan. Dalam laporan yang sama, setiap perubahan navigasi dan transit di selat itu disebut bergantung pada pelaksanaan komitmen Amerika Serikat lainnya dalam nota kesepahaman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (23/5) menyatakan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan tinggal menunggu finalisasi. Perkembangan itu disebut muncul setelah kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir ke Teheran, yang merupakan kunjungan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.

Disebutkan pula bahwa gencatan senjata dalam perang AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari pertama kali dimediasi oleh Pakistan pada 8 April.