BERITA TERKINI
Isyana Sarasvati Rilis Album Kelima “EKLEKTIKO”, Proyek Multichapter yang Merangkum Perjalanan Pribadi

Isyana Sarasvati Rilis Album Kelima “EKLEKTIKO”, Proyek Multichapter yang Merangkum Perjalanan Pribadi

Isyana Sarasvati merilis album kelimanya berjudul EKLEKTIKO, sebuah proyek musikal yang disebut merangkum perjalanan pribadinya sebagai musisi sekaligus individu. Album ini hadir dengan pendekatan yang bebas, eksploratif, dan melampaui batasan genre.

Menurut Isyana, EKLEKTIKO dirancang sebagai proyek multichapter untuk menggambarkan berbagai fase dalam hidupnya. Album ini dibagi menjadi empat chapter utama: Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Masing-masing chapter menghadirkan karakter musikal, emosi, visual, serta sudut pandang yang berbeda.

Chapter Lunora menonjolkan semangat kolaborasi dan keberagaman. Sementara itu, MAMIU menjadi ruang eksplorasi imajinatif yang membawa pesan tentang kemurnian dan kebaikan. Pada chapter Cecilia, Isyana menghadirkan karakter yang lebih matang, feminin, dan reflektif. Adapun ABADHI disebut menjadi titik temu dari keseluruhan perjalanan tersebut, dengan tema penerimaan, kekuatan, serta keseimbangan energi.

Dalam rangka perilisan album, lagu “BURN” yang masuk dalam chapter ABADHI dipilih sebagai focus track. Lagu ini disebut mewakili energi paling kuat dalam keseluruhan album, dengan pendekatan rock yang dinamis dan ritmis, serta elemen groove yang intens.

“BURN adalah salah satu track di album yang paling merepresentasikan makna EKLEKTIKO. Perpaduan antara pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang jadi eksplorasi baru untukku,” ujar Isyana.

Ia menambahkan, “Sebagai pribadi yang kinestetik, aku menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga ‘BURN’ bisa jadi pemicu semangat untuk menjalani hari.”

Kekuatan “BURN” juga diperluas melalui video musik berskala besar yang menampilkan Isyana bersama 60 penari. Video tersebut menonjolkan koreografi yang tertata rapi dan visual yang kuat, menegaskan bahwa EKLEKTIKO tidak hanya dirancang sebagai pengalaman audio, tetapi juga sebagai karya visual dan performatif.

Selain “BURN”, album ini turut menghadirkan lagu “Be Alright” featuring Kamga yang dipilih sebagai second focus track. Lagu bernuansa R&B yang lebih ringan dan easy listening itu melengkapi chapter Lunora, yang sebelumnya juga diisi kolaborasi bersama VIDI, Hindia, dan Afgan.

Isyana menyebut EKLEKTIKO sebagai ruang eksplorasi yang menghadirkan spektrum emosi dan dinamika di setiap fase. Album ini, menurutnya, tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dirasakan bersama para pendengar dan ISYANATION.

“EKLEKTIKO adalah refleksiku tentang kehidupan manusia. Aku percaya kita hadir di dunia ini untuk belajar merasakan keberagaman, menjalani baik dan buruknya kehidupan, menemukan makna di setiap perjalanan, dan merayakan semuanya. Album ini adalah bentuk terima kasihku atas setiap proses itu,” pungkas Isyana.