Izara Thien Nga (Nguyen Hoang Thien Nga), 17 tahun, mencatatkan prestasi sebagai siswa dengan nilai tertinggi dalam ujian masuk jurusan biola di Konservatorium Musik Kota Ho Chi Minh. Ia juga dikenal sebagai pemenang kompetisi “Listen to Me Sing Kids” 2020 serta finalis Top 6 The Voice Kids, tergabung dalam tim pelatih Vu Cat Tuong dan Soobin Hoang Son.
Meski usianya masih muda, Thien Nga telah memiliki pengalaman panjang di dunia seni. Ia disebut telah menggelar tiga pertunjukan solo dan menunjukkan kemampuan menyanyi sekaligus bermain berbagai alat musik, termasuk biola, piano, gitar, drum, gitar listrik, saksofon. Di luar aktivitas musik, ia juga fasih dalam tiga bahasa: Inggris, Prancis, dan Mandarin.
Nama Thien Nga turut mendapat perhatian karena kedekatannya dengan sejumlah musisi V-Pop. Ia diadopsi oleh penyanyi Bang Kieu, sementara Dam Vinh Hung menyebutnya sebagai “murid” dan memberi bimbingan dalam perjalanan kariernya.
Dalam wawancara dengan VietNamNet, Thien Nga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Bang Kieu dan Dam Vinh Hung pada masa awal kariernya. Ia mengatakan keduanya kerap menghubunginya melalui pesan singkat atau panggilan telepon. Saat Bang Kieu pulang ke Vietnam, keduanya meluangkan waktu untuk bertemu, makan bersama, dan berbagi cerita terkait karier maupun kehidupan. Sementara itu, Dam Vinh Hung disebut kerap mengundangnya tampil dalam pertunjukan pribadi, termasuk program amal yang digelar saat Tet (Tahun Baru Imlek).
“Saya bersyukur atas dukungan Paman Dam Vinh Hung dan ayah Bang Kieu. Berkat mereka, nama Izara Thien Nga berkesempatan untuk berkembang dalam karier saya. Sekarang saya sudah lebih dewasa, saya berjalan di atas kaki saya sendiri dan saya senang mereka masih ada di sana mengawasi saya,” kata Thien Nga.
Dengan tinggi badan 1,75 meter dan penampilan yang kerap menuai pujian, Thien Nga mengaku beberapa kali disarankan mengikuti kontes kecantikan. Namun, ia menegaskan fokusnya saat ini tetap pada musik.
Thien Nga menyebut dirinya ingin menjadi artis profesional. Ia tengah mempelajari teknik vokal dan penulisan lagu, serta bercita-cita menjadi produser, bukan hanya penyanyi.
Menanggapi anggapan bahwa kesuksesan datang mudah karena ia sudah memiliki keuntungan sejak usia muda dan dukungan keluarga, Thien Nga mengatakan perjalanan kariernya memang terlihat mulus. Namun, ia juga menekankan adanya pengorbanan yang tidak selalu terlihat dari luar. Di usia 17 tahun, ia menjalani jadwal padat dari pagi hingga larut malam. Setelah mengikuti pendidikan umum di sekolah, ia melanjutkan studi di Konservatorium. Pada hari-hari tertentu, ia bahkan belajar dengan dua hingga tiga tutor privat untuk mengejar materi pelajaran.
“Bagi saya, hal terpenting adalah diri saya sendiri karena saya harus membuat setiap keputusan dan menempuh jalan saya sendiri. Jika saya terus bergantung pada hubungan dan kurang kreativitas serta usaha, akan sulit untuk berhasil,” ujarnya.
Belakangan, Thien Nga merilis album debut yang memuat enam komposisi ciptaannya sendiri sebagai penanda langkah menuju karier menyanyi profesional. EP bertajuk IZARA berisi enam lagu yang digubah oleh Izara Thien Nga, dengan produksi musik oleh 2pillz. Proyek ini disebut mengusung nuansa muda dan modern dengan melodi yang mudah diikuti, serta menghadirkan semangat pop era Y2K yang tengah digemari.
Selain lagu-lagu bernuansa ringan, EP tersebut juga memuat karya yang lebih naratif dan emosional, tempat Thien Nga menyalurkan pikiran, perasaan, serta sudut pandangnya tentang kehidupan. Proyek ini dipandang sebagai potret berlapis dari seorang remaja yang memasuki masa dewasa, dengan kepercayaan diri dan kepekaan yang diekspresikan melalui musik.
Thien Nga juga tampil dalam program “Lagu 24”. Sebelumnya, ia pernah menggelar pertunjukan langsung pada usia 14 tahun, dengan dukungan penuh dari Bang Kieu yang turut berkontribusi dalam konser yang bertepatan dengan ulang tahunnya.

