BERITA TERKINI
Jambi Fashion Trend 2026 Tampilkan Batik Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Penguatan Industri Kreatif

Jambi Fashion Trend 2026 Tampilkan Batik Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Penguatan Industri Kreatif

Ajang Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 yang dikemas dalam Jambi Fashion Trend (JFT) berlangsung meriah di Anjungan Provinsi Jambi, Sabtu malam, 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi panggung bagi desainer putra-putri Jambi untuk menampilkan busana berbahan batik khas daerah.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris bersama istri, Hesti Haris, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur pimpinan instansi di Provinsi Jambi. Hadir pula Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafizh Fattah beserta istri, Wakapolda Jambi, para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, di antaranya Bupati Merangin M. Syukur, Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari, Wakil Wali Kota Jambi Diza, serta pimpinan Forkopimda, Kepala OJK, Kepala BI, dan para kepala OPD.

Keunikan pergelaran terlihat dari konsep peragaan busana yang melibatkan para pejabat daerah. Peragaan dibuka oleh Gubernur Al Haris bersama istri dan putri bungsunya yang berjalan di atas catwalk mengenakan batik Jambi rancangan desainer lokal. Setelah itu, pimpinan Forkopimda turut tampil, disusul sesi kedua oleh para bupati dan wali kota, dan ditutup oleh para kepala OPD.

Gubernur Al Haris menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Provinsi Jambi sekaligus upaya menghidupkan industri kreatif daerah, khususnya batik Jambi. Ia juga menyampaikan rencana agar kegiatan fesyen dan budaya ke depan dapat ditata lebih baik dan berkelanjutan, termasuk mendorong partisipasi seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan motif-motif batik baru dari daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, sekarang kalau kita lihat di acara-acara kondangan, sudah sangat jarang masyarakat memakai batik dari luar Jambi. Ini artinya batik Jambi sudah populer, sudah diterima, dan layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.

Menurutnya, gelaran seperti JFT tidak hanya mengangkat nilai budaya, tetapi juga berdampak pada perputaran ekonomi daerah. Ia menilai desainer, penjahit, hingga pelaku UMKM dan home industry ikut merasakan manfaat seiring tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif di Jambi.

Al Haris juga menekankan pentingnya menjaga etika dan nilai adat Melayu Jambi dalam karya busana yang ditampilkan. Ia mengapresiasi para desainer Jambi yang dinilai mampu bersaing, namun tetap diminta mempertahankan karakter budaya lokal.

“Buatlah busana yang tetap dalam etika Melayu Jambi, yang adem, sopan, dan mencerminkan adat kita. Itulah Jambi yang sebenarnya,” katanya.

Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 menjadi salah satu ruang tampil bagi perkembangan batik dan fesyen Jambi, sekaligus menegaskan upaya memperkuat identitas budaya daerah melalui karya-karya desainer lokal.