BERITA TERKINI
Jazz di Rumah Segi Delapan Hadirkan Kenangan Hanoi di Tepi Danau Ho Guom

Jazz di Rumah Segi Delapan Hadirkan Kenangan Hanoi di Tepi Danau Ho Guom

Rumah Segi Delapan di Taman Bunga Ly Thai To, Hanoi, menjadi titik temu para pecinta seni pada sore 24 Mei saat program “Musik Akhir Pekan” digelar. Acara yang dipersembahkan Seniman Berprestasi Quyen Van Minh bersama para seniman dari Klub Jazz Binh Minh itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat maupun wisatawan.

Selain menyuguhkan pertunjukan jazz yang sarat emosi, program ini menghadirkan ruang budaya di area publik, dengan musik sebagai penghubung antara kenangan tentang Hanoi dan kehidupan kota masa kini. Suasana di sekitar Danau Ho Guom menjadi latar yang memperkuat kesan tersebut ketika sejumlah lagu bertema Hanoi dibawakan.

Sejumlah karya yang telah melekat dalam ingatan lintas generasi menjadi bagian penting acara, antara lain “Hanoi - Iman dan Harapan,” “Oh, Jalanan Hanoi,” serta “Hanoi di Musim Tanpa Hujan.” Melodi-melodi yang akrab itu disebut membangkitkan kembali gambaran Hanoi yang puitis sekaligus memperlihatkan kedalaman budaya ibu kota melalui ragam nuansa emosional.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi saat lagu “Hanoi di Musim Tanpa Hujan” karya komposer Truong Quy Hai dibawakan. Lirik dan melodinya menghadirkan citra Hanoi yang khas—dengan dedaunan yang berganti warna, jalanan bernuansa hijau, serta ritme kehidupan yang tenang, namun menyimpan vitalitas batin yang kuat.

Di tengah atmosfer historis Rumah Segi Delapan, lagu tersebut memunculkan gambaran ibu kota yang terasa kuno sekaligus modern. Keindahan Hanoi, dalam narasi ini, tidak diletakkan pada kemewahan, melainkan pada kedalaman ingatan, gaya hidup, dan jiwa perkotaannya. Saat diaransemen dalam gaya jazz, karya itu dinilai tidak kehilangan semangat aslinya, melainkan menonjolkan kualitas naratif serta alur emosionalnya.

Di luar lagu-lagu bertema Hanoi, program juga menampilkan sejumlah standar klasik seperti “All Of Me,” “Desafinado,” “Night And Day,” dan “What A Wonderful World.” Perpaduan jazz internasional dengan lagu-lagu Vietnam menghadirkan warna yang beragam, sekaligus memberi sudut pandang baru terhadap karya-karya yang sudah dikenal luas.

Dalam kesempatan itu, Quyen Van Minh menyampaikan harapannya agar musik semakin dekat dengan kehidupan masyarakat melalui ruang terbuka seperti Rumah Segi Delapan. “Kami berharap musik tidak hanya hadir di ruang konser, tetapi juga dapat menjadi bagian alami dari kehidupan perkotaan. Ketika orang dapat berhenti untuk mendengarkan musik dan mengapresiasi seni di ruang publik, itu juga merupakan cara agar budaya secara bertahap meresap ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pengamatan selama acara menunjukkan program “Musik Akhir Pekan” perlahan membentuk kebiasaan menikmati seni di ruang publik bagi sebagian warga Hanoi. Ada yang datang khusus untuk mendengarkan musik, ada pula yang sekadar menikmati ruang hijau di sekitar Danau Ho Guom, namun mereka berbagi perasaan keterhubungan dengan kota melalui musik yang mengisi sore.