Gary Iskak dikenal sebagai aktor yang menapaki karier panjang di industri hiburan Indonesia, mulai dari film layar lebar, sinetron, FTV, hingga serial web. Perjalanannya memperlihatkan konsistensi berkarya lintas genre—drama, komedi, horor, romantis, hingga film remaja—dengan sejumlah judul yang menandai fase-fase penting dalam kariernya.
Awal karier di film (2000–2003)
Gary memulai kiprahnya di layar lebar pada awal 2000-an melalui beberapa film yang memperkenalkan namanya ke publik. Pada 2001, ia tidak hanya tampil sebagai aktor, tetapi juga terlibat dalam produksi sebagai asisten sutradara dalam salah satu proyek, menunjukkan ketertarikannya memahami proses perfilman secara lebih menyeluruh.
Daftar film periode 2000–2003:
Bintang Jatuh (2000)
Tragedi (2001)
Ada Apa dengan Cinta? (2002)
Mati Penasaran (2002)
Rumah Ketujuh (2003)
Mulai dikenal lewat film remaja dan drama (2004–2007)
Periode 2004 hingga 2007 menjadi fase penting ketika Gary semakin dikenal setelah membintangi film drama remaja yang sukses, lalu berlanjut ke peran-peran romantis dan drama. Pada masa ini, ia juga mencoba karakter yang lebih beragam, termasuk komedi dan horor.
Daftar film periode 2004–2007:
30 Hari Mencari Cinta (2004)
Ungu Violet (2005)
Jatuh Cinta Lagi (2006)
D'Bijis (2007)
Merah itu Cinta (2007)
Pocong 3 (2007)
Produktivitas dan eksplorasi genre (2009–2015)
Memasuki 2009, Gary kembali aktif lewat sejumlah film yang memperlihatkan eksplorasi genre, dari komedi hingga drama keluarga dan romantis. Pada 2014–2015, ia juga terlibat dalam film dengan pendekatan cerita yang lebih dewasa dan bertema sosial-politik.
Daftar film periode 2009–2015:
Hari Untuk Amanda (2009)
Benci Disco (2009)
Krazy Crazy Krezy (2009)
Heart-Break.Com (2009)
Mama Minta Pulsa (2011)
Bidadari-Bidadari Surga (2012)
Kawin Kontrak 3 (2013)
Negeri Tanpa Telinga (2014)
Romeo + Rinjani (2015)
Daftar sinetron dan serial TV periode 2009–2015:
Tangisan Isabella (2009)
Buku Harian Baim (2009)
Mentari dari Kurau (2013)
Era modern dan lonjakan produktivitas (2016–2020)
Pada rentang 2016 hingga 2020, Gary tampil dalam film komedi dan aksi yang menegaskan kemampuannya memainkan karakter beragam. Tahun 2017 menjadi salah satu periode paling produktif dengan keterlibatan di berbagai genre. Ia juga tetap hadir dalam film-film yang menyasar penonton muda dan keluarga pada 2019–2020.
Daftar film periode 2016–2020:
Maju Kena Mundur Kena Returns (2016)
From London to Bali (2017)
Insya Allah Sah (2017) sebagai waria
Keluarga Tak Kasat Mata (2017)
Warkop DKI Reborn 3 (2019) sebagai Pendekar Tongkat Bengkok
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) sebagai montir
Mangga Muda (2020) sebagai Kamal (juga menjadi ko-produser)
4 Mantan (2020) sebagai Papa Alex
Sara (2020)
My Diaries (2020) sebagai Samsudi
Daftar sinetron dan serial TV periode 2016–2020:
Betapa Aku Mencintaimu (2016)
Julaiha Princess Betawi (2016)
Magic Cinta (2016)
Hijab I Love You (2016)
Pangeran 2 (2016–2017)
Apa Kata Dunia (2017)
Cahaya Hati (2017)
Kun Anta 2 (2019)
Jodoh Wasiat Bapak (2019)
Api & Cinta (2019)
Pesantren Rock N' Dut (2020)
Selain itu, Gary juga tampil dalam sejumlah FTV pada 2016–2017, termasuk Sinema Pintu Taubat dan Kisah Nyata Spesial Lebaran.
Jejak panjang di televisi dan ekspansi ke serial digital
Di luar film, Gary memiliki perjalanan panjang di sinetron sejak awal 2000-an dan tetap terlibat hingga 2024, termasuk dalam tema keluarga dan drama kehidupan. Memasuki era digital, ia juga mengikuti perkembangan dengan tampil dalam serial web di platform streaming, mengambil peran pendukung maupun karakter komedi dalam format yang lebih ringkas.
Proyek terakhir (2024–2025) dan syuting bersama Demian Aditya serta Sara Wijayanto
Pada 2024, Gary membintangi film drama keluarga dengan peran sebagai sosok ayah. Pada 2025, ia masih mengambil peran dalam dua film baru dengan pendekatan drama dan horor. Proyek terakhirnya disebut sebagai film horor vertikal berjudul RUMAH 78 yang syutingnya rampung tak lama sebelum kecelakaan pada akhir November 2025. Dalam proyek tersebut, ia bekerja bersama Demian Aditya dan Sara Wijayanto.
Ringkasan informasi
Film pertama Gary Iskak disebut sebagai film layar lebar sekitar tahun 2000 yang menjadi debut awal kariernya. Ia tidak hanya bermain film, tetapi juga aktif di sinetron, FTV, dan serial web. Sepanjang kariernya, ia membintangi berbagai genre, termasuk drama, komedi, horor, romantis, dan remaja. Proyek terakhirnya adalah RUMAH 78, dengan rekan kerja yang disebut antara lain Demian Aditya dan Sara Wijayanto.

