BERITA TERKINI
Jersey Club: Musik Elektronik dari Newark yang Menanjak lewat Media Sosial hingga Arus Utama

Jersey Club: Musik Elektronik dari Newark yang Menanjak lewat Media Sosial hingga Arus Utama

Genre musik elektronik Jersey Club belakangan kian dikenal luas, terutama lewat media sosial. Beat cepat, potongan vokal repetitif, serta video dance yang viral di TikTok dan Instagram membuat gaya ini mudah dikenali dan cepat menyebar. Meski ramai dalam beberapa tahun terakhir, Jersey Club sebenarnya telah berkembang sejak akhir 1990-an di Newark, New Jersey, Amerika Serikat.

Jersey Club berakar dari budaya klub malam dan komunitas musik lokal Newark yang kala itu dikenal dengan sebutan Brick City Club. Perkembangannya dipengaruhi sejumlah genre, mulai dari Chicago house, Detroit techno, juke, hingga Baltimore Club. Salah satu tokoh yang disebut berperan penting adalah DJ Tameil, yang membawa pengaruh Baltimore Club ke pesta-pesta lokal di Newark.

Dalam sejarahnya, Club Zanzibar menjadi salah satu ruang yang ikut membentuk karakter Jersey Club. Klub legendaris itu dikenal sebagai pusat perkembangan deep house, garage house, dan komunitas ballroom underground, yang turut melahirkan karakter khas “Jersey Sound.”

Memasuki awal 2000-an, DJ Tameil bersama Tim Dolla mulai mengembangkan tempo yang lebih cepat dengan ritme yang lebih agresif. Pada masa itu, musik mereka menyebar melalui CD independen, pesta lokal, dan distribusi dari tangan ke tangan, karena belum banyak diterima oleh toko musik.

Secara musikal, Jersey Club umumnya berada pada tempo sekitar 135–140 BPM. Ciri yang menonjol antara lain kick drum yang intens, clap yang rapat, serta sampel vokal pendek yang dipotong dan diulang. Elemen lain yang kerap dianggap paling mudah dikenali adalah efek suara “bed squeak” atau suara ranjang berderit.

Di luar unsur musik, budaya tari menjadi bagian penting dari Jersey Club. Genre ini memang dirancang untuk menghidupkan lantai dansa, bahkan DJ kerap memandu gerakan tari secara langsung saat pesta berlangsung.

Pada pertengahan 2000-an, nama seperti DJ Sliink dan Uniiqu3 membantu memperluas jangkauan Jersey Club ke audiens yang lebih besar. Popularitasnya kemudian melonjak ketika lagu Vibe (If I Back It Up) milik Cookiee Kawaii viral di media sosial.

Gelombang berikutnya datang lewat lagu Just Wanna Rock dari Lil Uzi Vert yang diproduseri MCVertt. Lagu ini disebut turut membawa Jersey Club semakin dekat ke industri musik arus utama dunia.

Kontribusi Jersey Club juga mendapat pengakuan resmi. Pada Oktober 2025, dipasang penanda sejarah di Branch Brook Park Roller Skating Rink sebagai penghormatan bagi para pionir genre tersebut. Dengan jejak yang bermula dari komunitas lokal Newark hingga menjangkau panggung global, Jersey Club kini disebut tidak lagi sekadar tren internet, melainkan bagian dari warisan budaya musik modern.