BERITA TERKINI
Kamp Penulisan Kreatif Vung Tau 2026 Dorong Penulis Mendalami Kehidupan Prajurit

Kamp Penulisan Kreatif Vung Tau 2026 Dorong Penulis Mendalami Kehidupan Prajurit

Kamp Penulisan Kreatif Vung Tau 2026 digelar untuk memberi ruang bagi para penulis dan penyair memperkaya pengalaman lapangan, khususnya melalui interaksi langsung dengan kehidupan prajurit. Kegiatan ini diarahkan agar peserta dapat mengumpulkan bahan, memperdalam emosi, serta memperluas inspirasi kreatif untuk menulis karya bertema perang revolusi, angkatan bersenjata, dan sosok prajurit masa kini.

Sejumlah tokoh hadir dalam upacara kegiatan tersebut, di antaranya Letnan Kolonel sekaligus penyair Doan Van Mat selaku Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Sastra dan Seni Angkatan Darat; penulis Trinh Bich Ngan, Presiden Asosiasi Penulis Kota Ho Chi Minh; Do Thi Thanh Thuy, Direktur Pusat Penulisan Kreatif Wilayah Selatan; serta penulis dan penyair lain yang mengikuti perkemahan menulis.

Panitia menyebutkan, kamp ini dirancang untuk memicu pengalaman praktis dengan membuka kesempatan bagi penulis menyelami realitas kehidupan prajurit, bertemu perwira, prajurit, dan saksi sejarah di Wilayah Militer 7. Dari rangkaian perjumpaan tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan karya yang lebih kaya secara materi dan lebih kuat secara penghayatan.

Dalam pidato pembukaan, Doan Van Mat menekankan bahwa negara memasuki tahap pembangunan baru yang menghadirkan peluang sekaligus kesulitan dan tantangan. Menurutnya, citra prajurit juga memiliki dimensi baru dalam kehidupan modern, mulai dari prajurit yang bertugas di perbatasan dan pulau-pulau, prajurit di lapangan pelatihan, hingga perwira dan prajurit yang berada di garis depan pencegahan bencana, pengendalian penyakit, dan operasi penyelamatan.

Ia menilai dinamika tersebut memunculkan tuntutan baru bagi sastra dan seni, terutama terkait cara berpikir kreatif, kedalaman humanistik, serta pendekatan terhadap realitas. Tantangan bagi penulis, antara lain, adalah bagaimana melanjutkan tradisi sambil tetap menangkap denyut kehidupan kontemporer, serta menggambarkan sosok prajurit secara otentik dan dekat, namun tetap mencerminkan wibawa zamannya.

Kegiatan ini juga ditujukan untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas karya yang diterbitkan di Majalah Sastra dan Seni Militer, sekaligus menemukan, membina, dan menyeleksi puisi serta esai yang dinilai memiliki nilai artistik dan kedalaman intelektual untuk diikutsertakan dalam Lomba Puisi dan Esai 2026.

Di akhir perkemahan menulis, Majalah Sastra dan Seni Angkatan Darat akan menerima dan mengevaluasi naskah yang dibuat selama kegiatan. Naskah terpilih akan dipertimbangkan untuk diterbitkan dan diperkenalkan melalui publikasi majalah, sekaligus menambah sumber karya bagi Kontes Puisi dan Esai 2026.

Pada kesempatan yang sama, penulis Nguyen Ngoc Loi menyampaikan kesan pribadinya setelah mengikuti rangkaian kunjungan dan pertemuan dengan prajurit. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut mengingatkannya pada dirinya dan rekan-rekannya beberapa dekade lalu, serta menegaskan pandangannya tentang karakter Vietnam sebagai bangsa yang terus waspada dalam menghadapi ancaman invasi, dengan generasi demi generasi yang secara sukarela bergabung dalam barisan.

Melalui kamp penulisan ini, panitia bersama para penulis dan penyair berharap dapat turut menyebarkan nilai-nilai sastra revolusioner, sekaligus menumbuhkan kesadaran, perasaan, dan tanggung jawab kader serta prajurit terhadap tradisi nasional dan citra prajurit dalam upaya membangun serta membela Tanah Air saat ini.