Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah menjalankan program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi anak binaan melalui kegiatan kreatif. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan karya seni siluet, yang kini juga dimanfaatkan sebagai cinderamata bernilai estetika.
Kegiatan ini diikuti anak-anak binaan dalam program pembinaan bakat dan minat. Mereka diperkenalkan pada teknik dasar seni rupa dengan memanfaatkan permainan cahaya dan bayangan untuk menghasilkan karya siluet. Selain melatih keterampilan teknis, aktivitas tersebut diarahkan untuk menumbuhkan imajinasi, kreativitas, serta kesabaran selama proses berkarya.
Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Hidayat, mengatakan pembinaan melalui seni menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian anak binaan. Menurutnya, seni dapat menjadi media untuk menyalurkan emosi, ide, dan ekspresi diri secara positif, sekaligus membantu membangun rasa percaya diri.
“Melalui seni siluet, anak binaan diajak menuangkan gagasan dan imajinasi mereka ke dalam karya nyata. Ini bukan hanya soal hasil karya, tetapi juga proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketekunan,” ujar Hidayat, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat digunakan sebagai cinderamata. Hal tersebut dipandang sebagai simbol bahwa anak binaan mampu menghasilkan karya yang positif dan bermanfaat, sekaligus menjadi upaya mengubah stigma negatif di mata masyarakat.
Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada tim pembinaan yang mendampingi dan melatih anak binaan secara konsisten. Ia menilai peran pembina penting untuk menggali potensi agar anak binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari kegiatan ini bisa menjadi modal awal bagi anak binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Setidaknya, mereka memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang bisa dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.
Program pembuatan seni siluet ini, menurut LPKA Lombok Tengah, sejalan dengan tujuan lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan hukum, tetapi juga pembinaan kepribadian dan kemandirian. Melalui pendekatan humanis dan edukatif, LPKA berupaya mempersiapkan anak binaan menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap berkontribusi positif saat kembali ke masyarakat.

