Kebakaran melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang. Insiden tersebut menewaskan 22 orang, terdiri atas 15 perempuan dan tujuh laki-laki.
Penyebab kebakaran masih didalami, namun dugaan awal menyebut sumber api berasal dari baterai drone. Terra Drone merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian media asing. Kantor berita China, Xinhua, menurunkan laporan berjudul Death toll of Jakarta office building fire rises to 22. Dalam laporannya, Xinhua menulis bahwa 22 orang dipastikan meninggal dan menyebut Dwi Septianto, pejabat senior di bagian informasi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, mengatakan sebanyak 29 mobil pemadam dan 101 petugas dikerahkan untuk memadamkan api.
Channel News Asia juga memberitakan kejadian tersebut dengan judul Fire breaks out in 7-storey building in Indonesia's Jakarta, 22 dead, mengutip kantor berita AFP. Laporan itu menyebut polisi menduga baterai drone yang meledak di lantai dasar menjadi pemicu kebakaran, yang kemudian menyebar ke lantai-lantai atas sebelum berhasil dipadamkan.
Dari Australia, ABC menurunkan judul Fire breaks out in office building in Indonesia's capital Jakarta, killing at least 22 people. Media tersebut menulis bahwa penyebab kebakaran masih diselidiki, sementara otoritas menduga sebuah baterai memicu api. ABC juga menyebut polisi diperkirakan akan memeriksa pemilik usaha serta pemilik gedung, dan menuliskan bahwa gedung tersebut menampung kantor Terra Drone Indonesia, unit Terra Drone Corporation asal Jepang yang menyediakan layanan drone untuk survei udara dengan klien dari sektor pertambangan hingga pertanian.
Kantor berita Amerika Serikat, Associated Press, mengangkat berita ini dengan judul At least 22 people killed in office building fire in Indonesia's capital. AP mengutip keterangan seorang warga bernama Intan Puspita yang tinggal dekat lokasi. Ia menyebut kebakaran diawali suara ledakan keras dan para pekerja berlarian keluar gedung. Menurutnya, para pekerja menduga terjadi korsleting pada salah satu baterai saat proses pengisian daya. AP juga menulis api cepat menyebar dan pekerja di lantai atas terlihat berupaya menyelamatkan diri dengan bergerak menuju atap gedung.

