Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Padang mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan ekonomi. Pemulihan ini didorong melalui program kelas inkubasi yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang untuk membantu usaha masyarakat terdampak kembali berjalan.
Program kelas inkubasi menjadi ruang pemulihan bagi pelaku UMKM yang masih berjuang dari hunian sementara pascabencana. Melalui pendampingan yang diberikan, pelaku usaha mendapat kesempatan untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Salah satu pelaku UMKM penyintas bencana, Queensy Julyane Monica, menyebut program tersebut berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usahanya. Ia mengaku pendampingan membantu meningkatkan kapasitas usaha yang sempat terdampak, meski saat ini masih tinggal di hunian sementara.
“Program ini sangat membantu kami yang terdampak bencana, karena usaha sempat terhenti dan sulit berkembang. Dengan adanya kelas inkubasi, kami jadi lebih percaya diri untuk memulai kembali,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Queensy menambahkan, manfaat program tidak hanya datang dari pelatihan, tetapi juga dari pendampingan intensif yang berkelanjutan. Menurutnya, hal itu menjadi faktor penting dalam proses pemulihan sehingga pelaku UMKM lebih siap kembali bersaing di pasar meski dengan keterbatasan sarana usaha.
“Kami tidak hanya diajarkan, tapi juga didampingi sampai benar-benar paham dan bisa menjalankan usaha lagi. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.
Sementara itu, Pendamping UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang Wilayah Pauh II, Awalia Rahamadani, menjelaskan kelas inkubasi dirancang untuk memperkuat ketahanan pelaku UMKM pascabencana. Program ini mencakup berbagai aspek pengembangan usaha, termasuk bagi penyintas yang masih tinggal di hunian sementara.
“Kelas inkubasi ini kita rancang agar UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga naik kelas. Pendampingan dilakukan mulai dari produksi, pemasaran, hingga penguatan manajemen usaha,” katanya.
Awalia menegaskan pendampingan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu berkembang lebih baik. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap UMKM penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Padang dapat kembali menjadi penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.