BERITA TERKINI
MTsN 1 Semarang Olah Sampah dan Limbah Jadi Energi Alternatif, dari Biogas hingga Biodiesel Jelantah

MTsN 1 Semarang Olah Sampah dan Limbah Jadi Energi Alternatif, dari Biogas hingga Biodiesel Jelantah

MTsN 1 Semarang menjalankan sejumlah program pengelolaan sampah dan limbah yang diarahkan untuk menghasilkan energi alternatif sekaligus memberi nilai ekonomi. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari pengolahan plastik, pemanfaatan limbah tinja menjadi biogas, hingga pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel.

Dalam pengolahan plastik, sekolah menerapkan proses yang memecah rantai polimer plastik, kemudian mengondensasikannya kembali menjadi cairan hidrokarbon. Cairan tersebut selanjutnya dimurnikan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Selain itu, limbah tinja dari ratusan siswa yang tinggal di asrama dimanfaatkan melalui instalasi digester bawah tanah. Teknologi ini menangkap gas metana yang dihasilkan dari proses penguraian limbah sehingga dapat digunakan sebagai biogas untuk kebutuhan dapur asrama.

Biogas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menyalakan kompor di dapur boarding school. Pemakaian biogas tersebut juga disebut membantu menekan biaya operasional pembelian gas elpiji.

Pengelolaan limbah di lingkungan sekolah turut mencakup minyak jelantah sisa penggorengan dapur. Minyak bekas itu dikumpulkan oleh siswa, lalu diolah melalui proses transesterifikasi sederhana hingga menjadi biodiesel yang siap digunakan.

Kepala MTsN 1 Semarang, Muh Muslimin SAg MPdI, mengatakan rangkaian program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membangun karakter peserta didik. “Kami ingin siswa paham bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Status Madrasah Adiwiyata yang kami sandang bukan sekadar plakat di dinding, tetapi menjadi budaya hidup,” ujarnya di sela peluncuran Podcast MTsN Semarang, Sabtu (30/5/2026).

Pada kesempatan yang sama, MTsN Semarang meluncurkan Podcast MTsN Semarang sebagai media syiar digital untuk menyebarluaskan praktik baik pengelolaan lingkungan kepada sekolah dan madrasah lain.

Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, H Ta’yinul Birri Bagus Nugroho. Ia menilai langkah yang dilakukan MTsN Semarang merupakan contoh ideal implementasi konsep ecotheology yang digagas Kementerian Agama.