Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI berencana memperluas cakupan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah menjadi empat rumpun. Rencana tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam acara Indonesian Cultural Outlook 2026 yang digelar di Gedung Kemenbud, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Empat rumpun yang akan dicakup meliputi seni pertunjukan, desain visual, kerajinan, film dan animasi, media, sastra, serta literasi kreatif. Program ini juga akan dilengkapi dengan skema residensi yang memungkinkan pelajar belajar langsung bersama maestro.
Untuk memperkuat implementasi program di lingkungan pendidikan formal, Fadli Zon menyatakan akan menyiapkan payung hukum bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Tentu dengan Dikdasmen. Dan saya kira itu sangat diminati di sekolah-sekolah. Karena mereka mendapat langsung sumber pengalaman dari para senimannya. Begitu juga dengan belajar bersama maestro,” kata Fadli kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Gerakan Seniman Masuk Sekolah merupakan salah satu program prioritas Kemenbud yang ditujukan untuk menghubungkan ekosistem kebudayaan dengan pendidikan di Indonesia. Program ini menyasar seluruh siswa dari berbagai tingkatan pendidikan.
Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Nilai Budaya, Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Kemenbud, Bobby Fernandes, mengatakan pihaknya mendorong seniman hadir di ruang-ruang pendidikan formal. Ia menambahkan, selain melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa dapat memperoleh pengetahuan berbasis budaya melalui kehadiran para seniman di sekolah.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, pada 2025 sebanyak 223 sekolah di 27 pemerintah daerah telah terafiliasi dalam program tersebut. Program ini juga melibatkan 392 seniman dan 2.924 peserta didik.

