Jakarta, 12 Mei 2026 — Pemerintah menyatakan komitmennya untuk melakukan pemulihan pascabencana di Sumatera dengan mengedepankan kolaborasi antarpihak secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan “Melukis Bersama Anak Terdampak Bencana” yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain bersama Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan itu diikuti 50 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari wilayah terdampak banjir. Mengusung tema “Harapan Baru”, program ini diarahkan sebagai dukungan pemulihan psikososial dengan memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi serta menumbuhkan kembali semangat bangkit melalui pendekatan seni dan kreativitas.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya terkait pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan mental dan rasa percaya diri anak-anak. “Pemulihan tidak hanya tentang membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga membangun kembali semangat, rasa percaya diri, dan mimpi anak-anak Indonesia. Melalui seni, anak-anak memiliki ruang aman untuk pulih, menyalurkan rasa, serta menumbuhkan harapan baru,” ujarnya.
Yuke juga menyampaikan bahwa subsektor seni rupa dan seni pertunjukan memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang pulih dan ruang tumbuh bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah terus menjalin kolaborasi lintas subsektor untuk memperkuat mental masyarakat agar dapat bangkit bersama.
Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari strategi penguatan peran ekonomi kreatif di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan pascabencana secara berkala di Aceh Tamiang. Ia menilai seni tidak hanya menjadi sarana kreativitas, tetapi juga dapat berfungsi sebagai jalan pemulihan, penguatan mental, serta penumbuh harapan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Selain sesi melukis, para peserta menerima perlengkapan sekolah, seminar kit, serta apresiasi bagi karya inspiratif terbaik sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi agar anak-anak terus berkarya. Kegiatan ini juga melibatkan pendampingan dari komunitas seni lokal Workshop Balas Budi, yang membantu anak-anak menuangkan harapan mereka ke dalam karya lukis.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Tamiang, Muhammad Farij, mengapresiasi kolaborasi Kemenekraf dalam menghadirkan program pemulihan berbasis kreativitas bagi masyarakat setempat. Ia menilai kegiatan tersebut memberi dampak positif, khususnya bagi anak-anak dan keluarga terdampak bencana, karena tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga membuka ruang pemulihan yang menguatkan mental, menumbuhkan semangat, dan mendukung kebangkitan bersama.
Acara itu turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, yakni Kepala Bidang Kebudayaan Mustafa Kamal, Ketua Workshop Balas Budi Bang Budi, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah yang mendukung pemulihan masyarakat pascabencana melalui kegiatan berbasis kreativitas.