Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Deputi Bidang Kreativitas Media, khususnya Direktorat Musik, merealisasikan Program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik di Maluku Utara. Program ini memfasilitasi produksi video musik berlagu daerah bagi dua musisi terpilih hasil kurasi, yakni Alan Darmawan dari Ternate dan Bams Conoras (Presiden Tidore).
Kementerian Ekraf menilai Maluku Utara memiliki banyak musisi lokal yang siap masuk ke industri musik nasional. Karena itu, pemberdayaan kreativitas masyarakat dan komunitas musik lokal dinilai perlu mendapatkan ruang, dukungan, dan peluang yang sama untuk berkembang, sejalan dengan semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, mengatakan Program AKTIF Musik merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem musik daerah sekaligus membuka akses promosi dan distribusi yang lebih luas bagi musisi lokal. Ia berharap karya dari Ternate, Tidore, dan Maluku Utara dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Proses produksi video musik berlangsung pada 9–23 April 2026 dan melibatkan beragam talenta kreatif lokal di Maluku Utara. Dua video musik dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat, yakni “Sambunyi Kuku” karya Alan Darmawan pada Jumat, 29 Mei 2026 dan “Hikayat Moloku Kie Raha” karya Presiden Tidore pada Senin, 1 Juni 2026.
Video musik “Sambunyi Kuku” diproduksi bersama talenta lokal Ternate dan rumah produksi lokal Dodoku. Lagu tersebut mengangkat tema hubungan asmara dengan pendekatan visual yang dekat dengan realitas keseharian masyarakat setempat.
Sementara itu, video musik “Hikayat Moloku Kie Raha” mengambil latar budaya dan sejarah Maluku Utara, khususnya mengenai penyatuan empat kerajaan besar: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Karya ini memadukan unsur hip hop dan musik modern dengan elemen musik tradisional daerah.
Selain produksi video musik, Kementerian Ekraf bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara juga menggelar diskusi komunitas musik di Tidore serta talkshow terkait kebijakan pengembangan ekonomi kreatif di Benteng Orange, Ternate. Rangkaian kegiatan penguatan ekosistem musik dari daerah tersebut disebut mendapat respons positif dari penggerak komunitas musik setempat karena membuka ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas musisi lokal.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Musik Kementerian Ekraf, Mohammad Amin, bertemu Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk melaporkan pelaksanaan Program AKTIF Musik sekaligus membahas penguatan industri musik daerah. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap komunitas musik lokal dan berharap kolaborasi serupa dapat berlanjut.
Mohammad Amin menyatakan kolaborasi lintas sektor menjadi upaya untuk membangun sinergi antara musisi daerah, komunitas lokal, dan pegiat subsektor ekonomi kreatif lainnya, sekaligus membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.