Kementerian Kebudayaan RI melalui program MTN Seni Budaya berkolaborasi dengan WartaJazz menggelar MTN AsahBakat: EPK & Festival Pitching Masterclass. Kegiatan ini ditujukan bagi musisi muda dan pemula yang ingin memahami strategi mempresentasikan karya kepada promotor serta kurator festival internasional.
Program ini berangkat dari temuan di lapangan bahwa sejumlah musisi lokal memiliki karya yang dinilai kuat, namun kerap terhenti pada tahap kurasi. Salah satu kendala yang disorot adalah persoalan administratif dan kelengkapan dokumen teknis yang belum sesuai standar.
Melalui masterclass ini, peserta akan mempelajari cara menyusun electronic press kit (EPK), membuat tech rider berstandar global untuk kebutuhan panggung, serta memahami etika dan teknik pitching. Materi dirancang untuk membantu musisi Indonesia menjembatani kebutuhan industri dan pasar festival di tingkat internasional.
Founder WartaJazz yang juga kurator internasional, Agus Setiawan Basuni, mengatakan kegagalan dalam kurasi tidak selalu disebabkan kualitas karya. “Seringkali karya musisi kita sudah sangat baik, namun gagal di tahap kurasi hanya karena dokumen teknis yang tidak standar. Di masterclass inilah kami akan membedah ‘isi kepala’ para kurator festival dunia agar musisi kita bisa lebih efisien saat pitching,” ujarnya.
Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, antara lain Tesla Manaf (musisi dan komposer), Satria Ramadhan (Founder SRM Bookings & Services AXEAN), Rani Jambak (sound artist dan peneliti budaya), serta Agus Setiawan Basuni.
Masterclass ini digelar gratis secara daring melalui Zoom dalam dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan pada Sabtu, 30 Mei 2026, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Informasi sesi kedua akan disampaikan setelah sesi pertama, dengan rencana pelaksanaan pada awal Juni 2026.
Peserta yang mengikuti kelas disebut akan memperoleh e-certificate. Informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui Instagram @mtnsenibudaya.