Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai program padat karya mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Ketua Tim Kemnaker Peduli, Sukro Muhab, mengatakan program tersebut difokuskan untuk membantu warga yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan mata pencaharian, agar dapat kembali berpenghasilan dan produktif. Menurutnya, langkah ini juga sekaligus mendorong pemulihan sarana dan prasarana di lingkungan terdampak.
Sukro menegaskan penanganan bencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Kemnaker, kata dia, menyiapkan langkah lanjutan yang terhubung dengan program ketenagakerjaan, termasuk padat karya, agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali produktif.
Ia menjelaskan pemulihan melalui Kemnaker Peduli dijalankan melalui paket kegiatan yang saling melengkapi. Padat karya menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi, sementara pendampingan lainnya diarahkan untuk memulihkan kondisi sosial serta mendukung kebutuhan teknis warga pascabanjir.
Selain padat karya, program lain yang tetap berjalan meliputi trauma healing, instalasi listrik, serta dukungan teknis lain di lokasi terdampak. Dalam pelaksanaan di lapangan, Kemnaker Peduli mengoptimalkan posko yang didukung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Di Sumatera Utara dan Aceh, bantuan dan kegiatan lapangan disalurkan melalui Posko Kemnaker Peduli BPVP Medan. Bantuan logistik didistribusikan bertahap ke Langkat, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang, Aceh, untuk membantu kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Di Sumatera Barat, Kemnaker Peduli membuka Posko Bantuan Bencana di BPVP Padang sebagai respons atas banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota. Posko tersebut diperkuat tim dokter, tim trauma healing, dan tim logistik, serta menjalankan pemulihan awal yang disesuaikan dengan kebutuhan warga pascabanjir.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kemnaker Peduli melalui Posko BPVP Banda Aceh mengoperasikan dapur umum, layanan medis, serta pendampingan psikososial di sejumlah gampong dan desa terdampak. Dapur umum disebut memproduksi ribuan porsi makanan dan layanan medis menjangkau ratusan pasien.
Dengan pemulihan yang terarah, Sukro berharap warga dapat kembali bekerja dan beraktivitas, sehingga proses pemulihan di komunitas masing-masing dapat berlangsung lebih cepat.

