BERITA TERKINI
Kilasan 28 Februari: Pidato Ho Chi Minh, Kampanye Lao-Ha, hingga Lahirnya Bandara Noi Bai

Kilasan 28 Februari: Pidato Ho Chi Minh, Kampanye Lao-Ha, hingga Lahirnya Bandara Noi Bai

Sejumlah peristiwa penting tercatat terjadi pada 28 Februari dalam lintasan sejarah Vietnam dan dunia, mulai dari arah kebijakan kebudayaan pada masa awal pembangunan sosialisme di Vietnam Utara, operasi militer dalam perang melawan kolonialisme Prancis, hingga perkembangan penerbangan sipil pascaperang. Di tingkat global, tanggal ini juga berkaitan dengan tonggak ilmu pengetahuan dan olahraga internasional.

Pada 28 Februari 1957, Presiden Ho Chi Minh menyampaikan pidato pada upacara penutupan Kongres Nasional Seni dan Sastra Kedua. Dalam pidato itu, ia menguraikan arah pengembangan seni dan sastra revolusioner pada periode ketika Vietnam Utara memulai pembangunan sosialisme setelah perdamaian dipulihkan. Ho Chi Minh menekankan pentingnya kritik diri dan kritik dalam proses kreatif, seraya menyatakan bahwa kritik diri yang jujur dan kritik yang tulus merupakan bentuk persatuan dalam perjuangan yang dapat melahirkan persatuan yang lebih besar. Ia juga menegaskan perlunya seniman dan penulis menjaga semangat kreatif, tetap terhubung dengan masyarakat, serta secara jujur mencerminkan kehidupan baru. Pandangan tersebut kemudian disebut menjadi prinsip penting dalam kehidupan sastra dan seni Vietnam selama beberapa dekade, termasuk gagasan seni dan sastra yang melayani rakyat serta tanggung jawab sosial seniman dalam membangun budaya baru.

Dalam konteks perang perlawanan terhadap kolonialisme Prancis, pada 28 Februari 1949 tentara dan rakyat Vietnam melancarkan Kampanye Lao-Ha (Lao Cai–Ha Giang). Kampanye ini bertujuan berkoordinasi dengan arah strategis Timur Laut. Selama operasi, angkatan bersenjata menyerang sejumlah posisi penting. Pada 18 Maret 1949, benteng Pho Lu (Lao Cai) dan sistem benteng di sekitar Hoang Su Phi (Ha Giang) dihancurkan. Pada akhir kampanye, wilayah basis sekitar 3.000 km² dibebaskan, yang disebut berkontribusi memperkuat garis belakang perlawanan dan memperluas strategi perang rakyat di wilayah perbatasan utara. Meski tidak berskala besar, kampanye ini dinilai memiliki signifikansi strategis dalam memutus sistem kendali Prancis dan menjadi dasar bagi kampanye yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.

Dua dekade kemudian, pada 28 Februari 1969 hingga 20 Maret 1969, delegasi Front Pembebasan Nasional Vietnam Selatan yang dipimpin Dr. Phung Van Cung melakukan kunjungan ke Vietnam Utara. Kunjungan berlangsung di tengah perang perlawanan melawan Amerika Serikat. Penyambutan disebut digelar secara khidmat di Hanoi dan sejumlah daerah lain di Utara, yang menggambarkan ikatan antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Rangkaian pertemuan, demonstrasi, serta pertukaran pada masa itu dinilai memiliki makna politik dan spiritual, menegaskan kesatuan kehendak antara wilayah belakang dan garis depan, sekaligus memperkuat persatuan nasional dalam perjuangan pembebasan Vietnam Selatan dan penyatuan kembali negara.

Di bidang infrastruktur, pada 28 Februari 1977 Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Vietnam memutuskan pendirian Bandara Internasional Noi Bai di bekas distrik Soc Son, Hanoi. Bandara tersebut mulai beroperasi secara resmi pada awal 1978 dan menjadi gerbang udara penting bagi Vietnam Utara. Pada tahap awal, kapasitasnya sekitar 1,5 juta penumpang per tahun dengan infrastruktur yang masih terbatas. Seiring beberapa fase ekspansi, Noi Bai kemudian berkembang menjadi salah satu dari dua pusat penerbangan terbesar di Vietnam dan menghubungkan negara itu dengan puluhan negara serta wilayah. Pembangunan bandara ini disebut menandai perkembangan signifikan penerbangan sipil Vietnam pascaperang, dengan dampak pada perdagangan, diplomasi, dan integrasi internasional.

Di tingkat internasional, 28 Februari juga bertepatan dengan hari kelahiran ahli kimia Amerika Serikat Linus Pauling pada 1901. Pauling dikenal sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh pada abad ke-20, termasuk melalui pelopor penerapan kristalografi sinar-X untuk mempelajari struktur molekul yang berkontribusi pada teori ikatan kimia modern. Ia meraih Hadiah Nobel Kimia pada 1954. Di luar sains, Pauling juga berkampanye menentang senjata nuklir dan mempromosikan perdamaian dunia, yang mengantarkannya pada Hadiah Nobel Perdamaian 1962. Ia disebut sebagai satu-satunya orang dalam sejarah yang menerima dua Hadiah Nobel individu tanpa berbagi penghargaan tersebut.

Sementara itu, pada 28 Februari 1960, Olimpiade Musim Dingin Squaw Valley di California, Amerika Serikat, resmi berakhir. Ajang ini disebut menandai tahap perkembangan baru bagi gerakan Olimpiade Musim Dingin setelah Perang Dunia II. Uni Soviet memimpin klasemen medali dengan total 21 medali di tengah persaingan olahraga yang dipengaruhi nuansa Perang Dingin. Olimpiade Squaw Valley juga dicatat sebagai Olimpiade pertama yang secara luas memanfaatkan teknologi televisi modern, sehingga membantu mendekatkan olahraga musim dingin kepada khalayak global.