Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Solo, Mintorogo, berharap Kirab Budaya Pokdarwis dapat diadaptasi menjadi agenda wisata tahunan Kota Solo. Harapan itu disampaikan setelah melihat antusiasme peserta dan potensi promosi yang muncul dari kirab yang digelar pada Minggu (10/5/2026) pagi.
Kirab budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian forum Pokdarwis se-Jawa Tengah yang berlangsung di Solo. Dalam kirab, ratusan peserta mengenakan beragam busana adat dan berjalan menyusuri rute dari Loji Gandrung hingga finis di Kampung Wisata Batik Kauman.
Mintorogo menjelaskan, forum komunikasi tiga bulanan Pokdarwis se-Jawa Tengah yang digelar di Solo merupakan pertemuan ke-20. Ia menyebutkan jumlah delegasi yang hadir pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (9/5/2026) mencapai 252 orang dari 35 kabupaten/kota. Delegasi terbanyak berasal dari Kudus dengan 30 orang, disusul Semarang 18 orang, dan Banyumas 15 orang.
Kemeriahan berlanjut pada Kirab Budaya Minggu pagi. Menurut Mintorogo, total peserta kirab sekitar 400 orang yang terbagi dalam 17 kontingen, termasuk peserta yang menginap di Solo yang digabung dengan kontingen dari kelurahan-kelurahan di Solo.
Rute kirab dimulai dari Loji Gandrung, melewati area Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, dan berakhir di Kampung Wisata Batik Kauman. Mintorogo mengatakan kirab dirancang untuk menampilkan daya tarik pariwisata serta ruang publik Solo yang hidup, termasuk suasana CFD.
Selain berjalan dengan busana adat, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah pengalaman yang disebut khas Kota Solo. Di sepanjang rute CFD, rombongan disambut panggung musik Rock in Halte. Kirab juga sempat dihentikan sejenak untuk memberi jalan kereta uap yang melintas berdampingan dengan jalan raya, yang menarik perhatian peserta untuk berfoto.
Setibanya di Kampung Wisata Batik Kauman, delegasi disuguhi sejumlah kegiatan, antara lain fashion show di jalan perkampungan, atraksi sulap, praktik membatik bersama, pameran lukisan di galeri seni, hingga jamuan makan siang.
Mintorogo mengatakan Kauman dipilih sebagai lokasi finis karena merupakan tujuan wisata Kampung Wisata Batik Kauman dan memiliki komitmen dalam pengembangan kuliner halal. Ia juga mengapresiasi dukungan sejumlah tokoh yang hadir, dan menilai penyelenggaraan di Solo termasuk yang paling sukses dan prestisius. Menurutnya, acara di Solo dihadiri jajaran lengkap mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, kepala dinas, hingga Kapolresta yang ikut menyaksikan dan memberangkatkan kirab.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar memberikan perhatian lebih serius terhadap Pokdarwis di daerah. Ia meminta pemerintah pusat menghidupkan kembali ajang apresiasi bagi penggerak wisata akar rumput.
Pernyataan itu disampaikan Respati di sela menghadiri acara puncak Kirab Budaya Pokdarwis se-Jawa Tengah di Solo, Minggu (10/5/2026). Ia berharap momentum berkumpulnya delegasi Pokdarwis dari berbagai daerah dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat. Respati juga menekankan pentingnya fondasi pariwisata yang dibangun konsisten dari tingkat bawah, termasuk untuk penguatan sektor wisata di Solo.