Kompetisi Menyanyi Pemuda Nasional yang digelar Institut Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan Vietnam mewajibkan peserta bernyanyi tanpa iringan musik (a cappella) pada babak penyisihan daring. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjaga keaslian penampilan sekaligus memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
Kompetisi tersebut didukung secara profesional oleh Departemen Seni Pertunjukan di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Ajang ini terbuka bagi siswa dan kaum muda berusia 6 hingga 25 tahun yang memiliki minat di bidang menyanyi.
Para kontestan harus melalui tiga babak. Babak penyisihan berlangsung secara daring di platform TikTok pada 29 Mei hingga 31 Agustus. Pada tahap ini, peserta diwajibkan menampilkan vokal akustik 100%, tanpa pengeditan suara maupun manipulasi teknis, sebagai upaya memastikan penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan vokal alami.
Dalam sesi tanya jawab, Nguyen Van Tuan menyampaikan pandangannya bahwa musik memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan kaum muda. Ia menekankan bahwa tujuan utama kompetisi bukan semata-mata mencari juara, melainkan membangun perjalanan pertumbuhan bagi peserta agar dapat hidup lebih positif, percaya diri, dan menyebarkan nilai-nilai baik.
Terkait kewajiban bernyanyi akustik, Tuan menilai perkembangan teknologi turut memengaruhi dunia musik. Ia menyinggung hadirnya musik berbasis AI yang, menurutnya, tidak memiliki jiwa. Karena itu, panitia ingin menilai peserta dari suara alami mereka sejak babak pertama.
Untuk memperkuat prinsip keadilan, kompetisi juga dibagi ke dalam kategori berdasarkan usia dan genre musik. Panitia turut menanggapi kekhawatiran mengenai kesenjangan kesempatan antara peserta dari wilayah dataran rendah dan dataran tinggi. Tuan menyatakan panitia akan mendukung peserta dari daerah terpencil melalui layanan musik dan dukungan profesional, serta menghadirkan seniman yang berbagi saran terkait persiapan dan penampilan.
Hingga babak penyisihan daring berjalan, panitia menyebut telah menerima lebih dari 3.000 aplikasi. Jumlah tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi penyelenggaraan perdana kompetisi ini.