Komunitas Endatu Kreatif akan menyelenggarakan kegiatan budaya bertajuk Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung) pada 24–25 Mei 2026 di Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh. Acara ini diarahkan untuk pelestarian musik etnik Aceh sekaligus mengenalkan kembali karya-karya grup musik legendaris Nyawöung kepada generasi muda.
Ketua Komunitas Endatu Kreatif, Rizqi Mubarak, menyatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang apresiasi budaya yang mempertemukan lintas generasi melalui seni dan musik tradisional Aceh. Menurutnya, agenda ini tidak semata menghadirkan pertunjukan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjalanan musik etnik Aceh, termasuk kontribusi Nyawöung dalam perkembangan seni daerah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang agar masyarakat dapat kembali merasakan semangat karya-karya Nyawöung yang memiliki posisi penting dalam sejarah musik Aceh,” kata Rizqi dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Rizqi menjelaskan, kegiatan tersebut masuk dalam kategori Pemberdayagunaan Ruang Publik pada Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, rangkaian agenda yang disiapkan meliputi festival musik etnik Aceh, seminar musik etnik kolaboratif, serta pertunjukan utama bertema Tribute to Nyawöung. Konsep acara disebut menggabungkan unsur musik tradisional dengan pendekatan kontemporer dalam satu panggung budaya.
Rizqi menilai Nyawöung memiliki pengaruh besar dalam perjalanan musik Aceh. Ia menyebut karya-karya grup tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merekam nilai sosial dan dinamika kehidupan masyarakat pada masanya. Sejumlah lagu seperti Saleum, Untong Kamoe Nyoe, dan Dodaidi disebut masih dikenal masyarakat dan dianggap merepresentasikan identitas budaya serta semangat kebersamaan masyarakat Aceh.
Ia menambahkan, pelestarian musik etnik perlu terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal akar budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, karya musik tradisional Aceh menyimpan nilai sejarah, pesan perdamaian, dan semangat kolektif yang dinilai masih relevan hingga kini.
Kegiatan Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawöung) didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI, Dana Indonesiana, LPDP, dan Harmoni Etnik Aceh, serta dipersembahkan oleh Komunitas Endatu Kreatif.