BERITA TERKINI
Konser “25 Tahun Mengenang Trinh Cong Son” Mengharukan Penonton di Lapangan Thanh Sen, Ha Tinh

Konser “25 Tahun Mengenang Trinh Cong Son” Mengharukan Penonton di Lapangan Thanh Sen, Ha Tinh

Pada malam 23 Mei, Lapangan Thanh Sen di Ha Tinh menjadi lokasi penyelenggaraan malam musik bertema “25 Tahun Mengenang Trinh Cong Son” dengan subtema “Menjalani Hidup - Kita Membutuhkan Hati yang Baik”. Acara ini digelar oleh keluarga mendiang musisi Trinh Cong Son bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Ha Tinh serta Surat Kabar, Radio dan Televisi Ha Tinh.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Phan Thien Dinh, Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi sekaligus Ketua Komite Rakyat Provinsi Ha Tinh, bersama anggota Komite Tetap Komite Partai Provinsi, perwakilan departemen, lembaga, dan organisasi provinsi. Hadir pula keluarga mendiang musisi, para seniman, serta pencinta musik dari dalam dan luar provinsi.

Sejak lampu panggung menyala, suasana di Lapangan Thanh Sen terasa hening dan khidmat. Di barisan depan, sejumlah penonton berambut memutih tampak mengikuti setiap melodi dengan saksama. Sebagian bersenandung pelan, sementara yang lain menyeka air mata ketika lirik-lirik yang sudah akrab terdengar kembali di malam Ha Tinh.

Di tengah keramaian, Nguyen Thi Hoa (62), warga lingkungan Thanh Sen, mengaku terharu bisa menyaksikan konser tersebut. “Saya telah mendengarkan musik Trinh Cong Son sejak kecil. Setiap lagu seperti potongan kehidupan, semakin sering saya mendengarkan, semakin saya mengerti. Hari ini, bisa mendengarkannya secara langsung di tempat yang begitu besar, rasanya sangat istimewa,” ujarnya.

Konser ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 25 tahun wafatnya Trinh Cong Son yang diselenggarakan di berbagai provinsi dan kota. Ha Tinh disebut sebagai daerah pertama di kawasan Tengah Utara yang dipilih keluarga mendiang untuk menjadi tuan rumah, yang dinilai mencerminkan kedekatan mereka dengan wilayah yang dikenal kaya tradisi budaya tersebut.

Sejumlah musisi dan penyanyi yang kerap dikaitkan dengan karya-karya Trinh Cong Son tampil dalam program ini, antara lain Cam Van, Quang Dung, Dam Vinh Hung, Duc Tuan, Le Quyen, Ha Le, Kyo York, serta pemain saksofon Tran Manh Tuan, bersama sejumlah seniman muda.

Program disusun dalam tiga bab: “Vietnam, Tanah Airku”, “Kembali ke Ha Tinh”, dan “Apa yang Telah Kita Saksikan Malam Ini?”. Tiga bagian itu mengarahkan penonton pada perjalanan emosional yang menyinggung refleksi tentang tanah air, kondisi manusia, cinta, serta aspirasi akan perdamaian.

Pembuka bab “Vietnam, Tanah Airku” diisi penampilan Duc Tuan melalui lagu “Hari Ini Aku Mendengar”. Melodi yang dikenal luas menggema di alun-alun, membuat banyak penonton terdiam. Dalam suasana tersebut, kekuatan lagu-lagu Trinh Cong Son terasa bukan pada kemegahan teknis, melainkan pada kemampuannya menyentuh perasaan pendengar.

Memasuki bab “Kembali ke Ha Tinh”, penonton menikmati sejumlah lagu populer seperti “Sea of Memories”, “Diem Xua”, “Ha Trang”, dan “Ru Doi Di Nhe” yang dibawakan para artis dengan pendekatan emosional. Permainan saksofon Tran Manh Tuan berpadu dengan vokal para penyanyi, menghadirkan suasana musik yang intim di ruang terbuka.

Selain pertunjukan, acara ini juga menegaskan nilai-nilai humanistik yang kerap hadir dalam karya Trinh Cong Son. Lirik-liriknya yang filosofis tentang cinta, berbagi, dan kerinduan pada perdamaian disebut tetap relevan meski telah berlalu beberapa dekade.

Semasa hidupnya, Trinh Cong Son dikenal sebagai salah satu nama besar dalam musik modern Vietnam. Ia lahir pada 28 Februari 1939 di Thua Thien Hue dan meninggalkan sekitar 600 karya, termasuk lebih dari 200 lagu yang dicintai publik. Gaya khasnya kemudian dikenal luas sebagai “musik Trinh”.

Momen penutup menjadi salah satu bagian paling mengharukan ketika lagu “Joining Hands in a Great Circle” dinyanyikan. Ribuan penonton berdiri dan bernyanyi bersama para artis, menciptakan paduan suara massal di Lapangan Thanh Sen yang seolah meniadakan jarak di antara mereka.

Malam itu, karya-karya Trinh Cong Son terdengar bukan sekadar sebagai pertunjukan, melainkan sebagai pengalaman emosional bersama. Dua puluh lima tahun setelah kepergiannya, lagu-lagu tersebut masih menghadirkan ruang bagi cinta, kasih sayang, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang.