Sebuah konser spesial bertajuk “Aspiration for Spring” digelar pada malam 17 Januari di Teater Ho Guom, Hanoi. Acara ini diselenggarakan Asosiasi Musik Klasik Vietnam bekerja sama dengan Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Vietnam, dalam rangka merayakan Kongres Nasional Partai ke-14 serta memperingati 96 tahun berdirinya Partai Komunis Vietnam (3 Februari 1930–3 Februari 2026).
Program tersebut didukung oleh Konduktor Honna Tetsuji (Jepang) bersama Orkestra Simfoni Nasional Vietnam (VNSO), Konduktor Olivier Ochanine (Prancis) bersama Sun Symphony Orchestra (SSO), Teater Ho Guom, serta Akademi Musik Nasional Vietnam. Konser ini turut menghadirkan pianis Eric Lu—yang disebut baru-baru ini meraih hadiah pertama Kompetisi Piano Internasional Fryderyk Chopin ke-19 di Polandia—pianis Nguyen Viet Trung, serta pemain zither Le Giang.
Dalam pidatonya, Dr. Nguyen Van Than selaku Presiden Asosiasi Musik Klasik Vietnam sekaligus Presiden Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Vietnam menekankan pentingnya Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-14 sebagai peristiwa politik besar dan tonggak bermakna dalam proses pembangunan negara. Ia menyebut kongres menjadi ruang untuk menetapkan arah strategis masa depan, menumbuhkan semangat kemandirian, serta menegaskan tekad membangun Vietnam yang kuat, makmur, dan bahagia.
Menurut Nguyen Van Than, dalam momen bersejarah semacam itu, budaya dan seni hadir sebagai sumber inspirasi spiritual yang berkelanjutan. Ia menilai seni dapat membangkitkan cita-cita serta berkontribusi menyebarkan ideologi dan pedoman Partai melalui nilai-nilai spiritual yang abadi dengan caranya sendiri.
Ia juga menyinggung Resolusi No. 80-NQ/TW yang dikeluarkan Politbiro pada 7 Januari 2026 mengenai pengembangan budaya Vietnam di era baru. Resolusi itu, menurutnya, menegaskan peran fundamental budaya, termasuk pandangan bahwa pembangunan ekonomi tanpa kedalaman budaya akan rapuh, dan pertumbuhan materi tanpa pencerahan nilai-nilai spiritual sulit bertahan lama. Dengan semangat tersebut, budaya ditempatkan di pusat strategi pembangunan nasional sebagai perwujudan karakter, kecerdasan, kepribadian, dan aspirasi Vietnam.
Nguyen Van Than menyatakan konser ini merupakan kegiatan budaya yang memiliki makna sosial-politik, sekaligus wujud penerapan semangat Resolusi 80 dalam kehidupan. Ia menggambarkan seni dalam program itu tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk memupuk karakter, menginspirasi keyakinan, dan memperkuat konsensus sosial. Ia menambahkan, karya-karya yang dipilih dinilai selaras secara ideologis, kaya nilai artistik, memiliki kedalaman filosofis dan semangat humanistik, serta menampilkan perpaduan tradisi dan modernitas, identitas nasional dan unsur terbaik budaya manusia.
Konser “Aspirasi Musim Semi” dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama dipimpin Honna Tetsuji bersama VNSO. Program dibuka dengan overture “Selamat Datang” atau “Karya Pembuka Selamat Datang” karya musisi Trong Bang, yang disebut sebagai ekspresi musikal atas aspirasi perdamaian dan kemakmuran. Pada bagian ini, Seniman Berjasa Le Giang tampil sebagai solois zither dengan iringan Orkestra Simfoni Nasional Vietnam.
Selanjutnya, penonton disuguhi Konserto Piano No. 2 dalam F minor, Op. 21 karya Frédéric Chopin. Karya ini digambarkan membawa pendengar memasuki dunia batin emosi manusia. Pianis Nguyen Viet Trung membawakan konserto tersebut dengan pendekatan yang disebut lembut, halus, dan artistik.
Bagian kedua menghadirkan Konserto No. 3 dalam C minor, Op. 37 karya Ludwig van Beethoven. Olivier Ochanine memimpin Sun Symphony Orchestra, dengan Eric Lu sebagai pianis. Bagian ini ditandai dengan karakter musik yang kuat, dramatis, dan penuh semangat.
Program ditutup dengan karya “Kembali ke Tanah Air” ciptaan komposer Nguyen Van Thuong yang diaransemen oleh komposer Le Bang. Karya penutup ini diposisikan sebagai simbol akar budaya nasional dan semangat cinta damai rakyat Vietnam, sekaligus menjadi penanda momen “Aspirasi Musim Semi” sebagaimana tema konser.

